Alhamdulillah pagi ini, masih diberi kenikmatan yang luar biasa
oleh Allah. Pagi-pagi sepeda motor bocor di depan Sekolah Khairul Imam.
Awalnya, tidak menyadari namun ketika ketemu dengan jalan rusak plus sedikit
becek barulah kerasa kalau ban sepeda motor kempes. Di hati hanya bisa doa dan
doa semoga ketemu dengan tukang tambal ban. Namun, setelah menelusuri jalan STM
sampai keluar simpang dan masuk jalan besar TRITURA. Tetap tak menemukan tukang
tambal. Sepeda motor tetap kupacu dengan pelan agar terhindar dari tergelincir
dan jatuh. Sampai simpang empat kp baru-titi kuning-deli tua- tritura. Aku
membelokkan stang sepeda motor ke kiri ke arah Deli Tua. Berharap di tepi jalan
ketemu dengan tukang tambal ban. Dan Alhamdulillah sampai jalan menuju kanal Deli
Tua tetap tak kutemukan tukang tambal ban. Bahkan tempat yang biasanya
ditempati oleh seorang tambal ban pun tetap tak kelihatan. Akhirnya aku memutar
sepeda motor dan balik lagi ke simpang empat menuju arah Asrama Haji. Sepanjang
jalan aku mencoba untuk tetap berpikir positif walau kadang agak sulit karena
sebenarnya semua terjadi atas izin Allah dan Allah mungkin sedang merancang
sesuatu yang tentunya baik bagi kita. Aku terus sholawat sambil menelusuri
jalan dan terus mencoba berfikir positif. Ya, terus berfikir positif sampai di
simpang 4 RS Mitra Sejati pun kucoba optimis namun tetap tak kutemukan titik
terang si tukang tambal ban. Dengan laju sepeda motor yang sangat pelan
akhirnya Alhamdulillah, Allah Maha Pemurah, akhirnya aku bertemu dengan bapak
tambal ban di depan kantor DISPENDA dekat asrama haji. Nah, aku pun mencagakkan
sepeda motorku di situ seraya bertanya kepada si bapak. “Pak, mau tambal ban.
Bisa kan pak?”, kataku. “Iya, bisa”, kata si bapak. Berhubung si bapak sedang
menambal ban pelanggan pertama aku pun sabar menunggu sambil berdiri karena
memang si bapak hanya menyiapkan satu bangku di situ dan sudah ditempati oleh
seorang muda yang sedang menunggu becak barangnya yang juga bocor sedang
ditempel si bapak. Pemuda tersebut tampak sedang tidur sambil menggunakan helm.
Setelah liat sana sini akhirnya mataku menuju sebuah batu yang lumayan bisa
diduduki, aku pun meminta izin pada si bapak untuk duduk di situ. Sambil
menunggu si bapak aku pun mengeluarkan sebuah buku hijau yang baru aku beli
dari temanku. Parent With No Property, itu adalah kata yang melekat di depan
cover buku yang ada di tanganku . Aku buka dan aku baca.
Saat itu aku merasa. Subhanallah, jika aku selalu berusaha
untuk berfikir positif semua akan terasa sangat ringan. Oh, iya sebelum aku
duduk aku mencoba untuk menghubungi atasanku untuk minta izin telat datang ke
sekolah dikarenakan ban bocor. Setelah beberapa menit menunggu kini giliran
sepeda motorku yang dihandle si bapak. Sedang aku terus saja membaca. Tak lama
si bapak pun berkata, “Ada paku, ban dalam keretanya koyak dan ada 5 lubang”.
Aku kaget dan berkata,” Allahuakbar, sebanyak itu pak? Jadi harus diganti ya
pak?”. Si bapak pun mengiyakan. “Berapa pak?, tanyaku”. “Empat puluh ribu!”,
jawab si bapak. Dan aku pun menganggukkan kepala. Alhamdulillah, di dompet
masih ada uang karena biasanya isinya agak nihil. Langsung si bapak mengganti
ban dalamnya dengan yang baru. Tak terasa aku telah menghabiskan beberapa
lembar buku hijau tadi dan tiba-tiba si bapak pun berkata, “Sudah dek!”. Aku
pun menghulurkan uang lima puluh ribu rupiah dan si bapak memberikan kembalian
sepuluh ribu rupiah. Setelah mengucapkan terima kasih dan merapikan letak
barang di tas. Aku pun menyalakan sepeda motorku. Setelah mengucapkan bismillah
aku pun melaju dengan kecepatan sedang. Jalanan sudah sangat ramai dan
Alhamdulillah aku bisa tiba di sekolah pukul 07.40 dan pada saat itu atasanku
sudah berdiri di dekat portal. Aku sapa kemudian aku meneruskan laju sepeda
motorku ke arah tempat parkir ketika pintu parkir mau dikunci oleh satpam
sekolah. Dan setelah permisi dengan pak satpam akhirnya aku bisa memarkirkan
keretaku. Alhamdulillah... Everythings run well until I join the morning
ceremony and do all activities. Inshaa Allah senantiasa diberi keberkahan dalam
setiap aktivitas. Aamiin Allahumma Aamiin

Bu Anim, keren bu ceritanya, :)...semangat menulis lagi ya bu...:)
BalasHapusHehehe...Makasih bu tari... :)
Hapus