Perjalanan unpredictable lebih sering meninggalkan banyak cerita. Tadi malam tanpa direncanakan saya bareng teman pergi ke mesjid Al A'zhom. Katanya sih mesjid tanpa tiang atau pilar. Jadi, kita pergi ke sana. Ke tempat yang memang tidak masuk dalam list kunjungan. Kita pergi naik grab dari Panarub ke Jalan Satria. Sampai di sana saya benar-benar takjub dibuatnya. Designnya yang memang bagus plus ada galeri Islaminya. Dan membuat saya makin takjub setelah selesai sholat Isya kita rencana makan kerak telur di sekitaran luar pagar mesjid. Pas kita keluar dan motoin beberapa sisi mesjid. Saya terpana hasil fotonya mirip Aya Sofya nya Turki. Atau sering ditulis Hagia Shopia. Gak cuma itu, kita keluar terus jalan sampai melihat kuliner terus kita pesan kerak telur. Dan saya baru nyadar kalau ternyata mesjid Al A'zhom dekatan dengan Balai kota Tangerang. Terus pas di seberang mesjid atau di depan Balai Kota ada rumput sintetis yang lumayan luas. Banyak orang duduk di sana. Dan yang bikin takjub lagi, pas mau cari-cari spot foto. Eh, pas dapet sudut foto yang bikin tempat ini jadi makin mirip sama Aya Sofya (ini menurut saya ya yang mungkin emang mupeng ke Turki)... 😁
Unpredictable moment bikin mesem2. 😊
YOGHURT_aqd
Sabtu, 06 Juli 2019
Belajar Menikmati Realita 😁
Setiap perjalanan selalu ada cerita. Kalau ditanyak pastinya menginginkan cerita yang menyenangkan sesuai dengan harapan tapi ya realita jarang sesuai dengan harapan. Kalau dibawakan ke hati bawaannya pasti banyak ngedumelnya ketika perjalanan bertolak belakang abis-abisan dengan harapan. Bayangin aja, planning sudah sampai pada khayalan menjejal banyak tempat-tempat yang bisa jadi unforgetable moments tapi pas realita kejebak macet di jalan tol abis-abisan dari pagi jam 10 sampe saat ini tepat sore jam 15.30 dan perjalanan masih jauh mencapai gerbang tol.
Kalau dipikir pakai logika terus ngebayangin planning yang sudah berasa cemerlang. Pasti yang ada emosi jiwa terus panjang angan-angan. Kalau saja tadi gak naik ini, kalau tadi berangkat lebih pagi, kalau tadi gak buat tujuan kesini, pasti .... pasti... bla bla bla...Wahhh penat lah pokoknya. Tapi yang jelas balik ke niat dah. Awal melakukan perjalanan kan mau refreshing trus seneng2. Moga2 Allah kasih hikmah dalam perjalanan. Kan hakikatnya senang itu bawaannya dari dalam diri. Banyakin syukur aja lah ya karena dah bisa sampe sini...😁. Belajar menikmati proses aja deh...😉
Kalau dipikir pakai logika terus ngebayangin planning yang sudah berasa cemerlang. Pasti yang ada emosi jiwa terus panjang angan-angan. Kalau saja tadi gak naik ini, kalau tadi berangkat lebih pagi, kalau tadi gak buat tujuan kesini, pasti .... pasti... bla bla bla...Wahhh penat lah pokoknya. Tapi yang jelas balik ke niat dah. Awal melakukan perjalanan kan mau refreshing trus seneng2. Moga2 Allah kasih hikmah dalam perjalanan. Kan hakikatnya senang itu bawaannya dari dalam diri. Banyakin syukur aja lah ya karena dah bisa sampe sini...😁. Belajar menikmati proses aja deh...😉
Minggu, 03 Februari 2019
NHW#1*ADAB MENUNTUT ILMU*
Nama saya Anim dari Medan. Untuk
NHW kali ini saya akan menyampaikan salah satu jurusan ilmu yang ingin saya
tekuni di universitas kehidupan ini yaitu, tahsin Al Qur`an.
Hal-hal yang melatarbelakangi
pilihan saya ini adalah, karena Al Qur`an itu mulia. Semua yang dihubungkan
atau berhubungan dengan Al Qur`an maka langsung mendapatkan kemuliaan. Seperti
bulan Ramadhan, yang menjadi mulia karena menjadi waktu dimana Qur`an
diturunkan. Malaikat Jibril, penyampai wahyu (Al Qur`an) dan menjadi pemimpin
para Malaikat. Nabi Muhammad saw, yang mendapatkan mukjizat berupa Al Qur`an,
menjadi Nabi pilihan yang semua nabi Allah bersholawat atas nya. Para penghafal
Qur`an, yang menjadi mulia bahkan menjadi ahlul Qur`an (keluarga Allah) karena
menjaga Al Qur`an di dalam hati dan pikirannya. Dan bagi saya, mempelajari ilmu
tahsin merupakan langkah awal bagi saya untuk bisa membersamai dengan Al
Qur`an. Di sisi lain, ingin terlibat untuk mengurangi angka buta aksara arab
yang ternyata tidak sedikit. Mudah-mudahan Allah memberi kemudahan dalam proses
ini karena memang banyak hal-hal yang kadang menyebabkan jatuh bangun
mempertahankan komitmen belajar tahsin ini. Harapannya semoga semua proses yang
dilakukan ini bisa menjadi jalan untuk bisa istiqomah setelah berhijrah. Aamiin
Beberapa strategi yang saya
rencanakan dalam menuntut ilmu tahsin, yang pertama adalah dengan membekali
diri terlebihi dahulu dengan mengikuti program-program tahsin baik offline maupun
online. Serta, mengikuti kegiatan seminar atau kajian-kajian umum yang
berkaitan dengan ilmu tahsin dan tahfidz Al Qur`an.
Berkaitan dengan adab menuntut
ilmu, perubahan sikap yang ingin diperbaiki dalam proses mencari ilmu adalah lebih
banyak berlatih untuk memperbaiki niat agar bisa lebih sabar dan ikhlas dalam
menuntut ilmu sehingga berkah dapat diraih. Karena, mengejar ketertinggalan
ilmu di usia sekarang dengan banyak aktifitas kerja di luar kadang mempengaruhi
emosional. Belum lagi ketika deadline pekerjaan yang menumpuk. Akhirnya malah
keluhan-keluhan unfaedah yang muncul dan dapat merusak niat yang sudah
dibuat sebelumnya. Namun, apapun itu kendalanya mudah-mudahan Allah senantiasa memberi kemudahan dan keistiqomahan. Aamiin...
Repost tugas kemarin ^_^
Ahad, 3 Februari 2019
Senin, 28 Mei 2018
Serpihan Cerita Lama
Dini hari, pukul 00.55, keinginan untuk publish tulisan muncul kembali. Membaca hasil tulisan teman selalu meggelitik jari jemari untuk menekan setiap tombol-tombol yang ada pada keypad laptopku. Ya malam dini hari... Entah kenapa keinginan menulis selalu muncul di malam hari. Bisa jadi disebabkan tingkat kefokusan yang lebih masksimal kali ya...
Assembly Pembuka Awal Tahun Ajaran
Jum`at, 11 Agustus 2017
![]() |
| Behind the scene.. |
Assembly adalah salah
satu progam di SD Siti Hajar yang berisi penampilan anak-anak dalam bentuk seni
panggung baik tarian, drama, atau nyanyian. Yang tujuannya adalah mengeksplor
kemampuan anak-anak. Program ini digilir di setiap kelas atau level di sekolah
kami. Dan seperti biasa pembuka assembly di tahun ajaran adalah penampilan
assembly kelas 6. Sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini
penampilan kelas 6 dibagi menjadi dua kali penampilan yang diawali dengan kelas
6A dan 6C dan berikutnya adalah kelas 6B dan 6D di minggu yang berbeda. Berbeda
karena biasanya tahun-tahun sebelumnya penampilan kelas 6 selalu digabung dari
3 atau 4 kelas menjadi 1 penampilan.
Ketika jadwal
assembly muncul, seperti biasanya anak-anak sumringah dan terus bertanya tema
assembly apa yang akan ditampilkan bahkan ada yang sampai mengajukan tema yang
seringnya out of the box. Padahal gurunya masih meraba mencari tema yang cocok
bagi mereka. Sempat muncul beberapa tema bahkan narasi pun sempat bertukar
beberapa kali. Sampai pada kondisi yang tidak disangka perhatian ini tertuju
pada beberapa stasiun televisi yang mengabarkan kembali peristiwa-peristiwa
memilukan di Al Quds -Palestine. Ya, isu besar ini akhirnya menjadi landasan
kami untuk membuat tema assembly. Dan tercetuslah kalimat “Indonesia for Gaza”.
Harapannya dengan mengusung tema ini
anak-anak belajar mensyukuri setiap kemudahan yang didapat di tanah air dan
semakin memahami bahwa Indonesia memiliki ikatan emosi yang kuat dengan negeri
Syam, tanah Palestina. Ditambah lagi, sejarah kemerdekaan Indonesia yang tidak
terlepas dari dukungan yang sangat berarti dari Negara Palestina.
![]() |
| Assembly on going |
Kisah
ini menceritakan tentang seorang gadis kecil yang tinggal di sudut kota
perbatasan Gaza, yang bernama Hana sebagai tokoh utama. Hana adalah salah satu
anak Palestina yang periang dan penghafal Al Qur`an. Hana dan keluarga
menjalani kehidupan yang sederhana di tengah konflik yang sedang berkecamuk,
walau begitu mereka tetap bersyukur dan bahagia dengan jumlah anggota keluarga
yang lengkap yaitu ayah, ibu, abang dan adik perempuannya. Namun, semua itu
berakhir ketika hantaman bom birmil diarahkan ke pemukiman mereka. Menyebabkan
korban yang begitu banyak, termasuk keluarga Hana di dalamnya. Kerusakan parah
dimana-mana, asap hitam mengepul, hujan bom dan teriakan-teriakan yang
menyesakkan dada pun terdengar. Tidak sampai di sini. Kisah Hana
berlanjut sampai di tempat pengungsian dimana Hana berbaur bersama anak-anak
lainnya. Mereka menjalani kehidupan dalam keterbatasan dalam banyak hal, makan,
tidur, bahkan belajar. Namun, mereka memiliki semangat yang luar biasa dalam
belajar dan menghafal Al Qur`an. Keterbatasan tidak memadamkan semangat mereka
untuk menghafal Kalamullah. Di akhir cerita, Hana pun syahid di tanah Palestina
ketika sedang berada dalam halaqoh Qur`an bersama teman-temannya. Hantaman bom
birmil yang kembali diluncurkan oleh bangsa Israel, orang-orang yang sejatinya
takut dengan kebesaran Islam, dengan anak-anak yang di dadanya berisi Al Qur`an.
Dengan tubuh yang berlumur darah dan gerakan yang tertatih lemah Hana menutup
matanya dengan akhir kalimat “Laa ilaaha illallah” dari lisannya.
“Palestine
will be free” merupakan salah satu lagu pengiring tarian teatrikal di assembly
kali ini yang berisi tentang perjuangan rakyat Palestina mempertahankan Al Aqsa
dan dilanjut dengan lagu “We Will Not Go Down” yang berisi semangat rakyat
Palestina yang tak pernah goyah walau serangan beruntun dari bangsa Israel
senantiasa mengusik ketenangan mereka. Peran-peran di atas dimainkan oleh
siswa-siswi kelas 6A dan 6C dengan sangat baik sampai memunculkan rasa haru
bahkan bagi kami guru-guru dan orang tua yang datang untuk menyaksikan
penampilan anak-anak. Ternyata, tidak sampai di sini. Pengalaman saya ketika
sedang membaca sebuah buku yang berjudul “Kun Fayakun! Menembus Palestina”,
ternyata diam-diam anak-anak memperhatikan bacaan saya bahkan penasaran ingin
membaca buku tersebut. Kata Palestina pada cover buku sudah cukup menarik
perhatian mereka. Saya pribadi menyimpulkan, Tanah Palestina yang merupakan negeri
para nabi sudah ada dalam memori anak-anak. Harapannya merekalah yang akan
menjadi para mujahid/mujahidah yang ikut berperan dalam menjaga dan
mempertahankan tanah Palestina nantinya, di mana Alqsa berada, dan dimana kisah
Isra` dan Mi`Raj Rasulullah SAW terjadi. Sebagai mujahid yang ikut meneruskan
jejak para pembebas Al Aqsa seperti Umar Ibn Khattab dan Shallahuddin Al
Ayyubi. Aamiin In Syaa Allah.
Celoteh lamaku
Selasa, 25 September 2017
10.26 PM
Pagi ini merupakan pagi inspiratif bagiku. Kenapa tidak? Aku
bertemu dengan banyak tokoh-tokoh penggiat dunia pendidikan yang hebat dan luar
biasa. Awalnya agak berat bagiku mengikuti seminar ini karena memang seminar
yang sering diadakan dinas biasanya selalu monoton dan selalu yang itu-itu saja
materinya. Namun, apa boleh buat namaku dan temanku tercantum sebagai guru
piket hari ini. Akhirnya mau gak mau ya hadir ke seminar tersebut. Tak ayal
akhirnya kami pun beranjak ke sekolah Parulian yang berada tepat di belakang
Ramaya Teladan. Kami mengira kalau kami terlambat. Ternyata, Alhamdulillah
memang terlambat tapi acara belum selesai. Setelah registrasi dan mendapatkan
handout dan snack dari panitia kami pun mencari bangku kosong untuk diduduki.
Bangku tengah menjadi tempat strategis bagi kami.
Awal-awal acara ya sedikit membosankan karena berisi tentang
kata sambutan yang luar biasa panjang dari masing-masing pejabat yang hadir di
situ. Yang saling melontarkan pujian yang kadang aku melihatnya bagaikan
panggung sandiwara dari orang-orang yang terlihat sangat bahagia. Bahagia atau
tidak.... aku tak tau karena aku bukanlah mereka.
Sampai pada giliran pembicara yang membuatku sangat kagum
padanya. Kagum akan kerendahhatiannya dan keperduliannya terhadap orang-orang
di sekelilingnya. Menghentakkan alam bawah sadarku seraya berkata. “Kau,
ya...kau... apa yang sudah kau buat? Apa manfaat yang telah kau tebarkan”. Malu
aku pada diriku sendiri. Ya Allah...
Senin, 18 April 2016
Warna Warni Pagi
Alhamdulillah pagi ini, masih diberi kenikmatan yang luar biasa
oleh Allah. Pagi-pagi sepeda motor bocor di depan Sekolah Khairul Imam.
Awalnya, tidak menyadari namun ketika ketemu dengan jalan rusak plus sedikit
becek barulah kerasa kalau ban sepeda motor kempes. Di hati hanya bisa doa dan
doa semoga ketemu dengan tukang tambal ban. Namun, setelah menelusuri jalan STM
sampai keluar simpang dan masuk jalan besar TRITURA. Tetap tak menemukan tukang
tambal. Sepeda motor tetap kupacu dengan pelan agar terhindar dari tergelincir
dan jatuh. Sampai simpang empat kp baru-titi kuning-deli tua- tritura. Aku
membelokkan stang sepeda motor ke kiri ke arah Deli Tua. Berharap di tepi jalan
ketemu dengan tukang tambal ban. Dan Alhamdulillah sampai jalan menuju kanal Deli
Tua tetap tak kutemukan tukang tambal ban. Bahkan tempat yang biasanya
ditempati oleh seorang tambal ban pun tetap tak kelihatan. Akhirnya aku memutar
sepeda motor dan balik lagi ke simpang empat menuju arah Asrama Haji. Sepanjang
jalan aku mencoba untuk tetap berpikir positif walau kadang agak sulit karena
sebenarnya semua terjadi atas izin Allah dan Allah mungkin sedang merancang
sesuatu yang tentunya baik bagi kita. Aku terus sholawat sambil menelusuri
jalan dan terus mencoba berfikir positif. Ya, terus berfikir positif sampai di
simpang 4 RS Mitra Sejati pun kucoba optimis namun tetap tak kutemukan titik
terang si tukang tambal ban. Dengan laju sepeda motor yang sangat pelan
akhirnya Alhamdulillah, Allah Maha Pemurah, akhirnya aku bertemu dengan bapak
tambal ban di depan kantor DISPENDA dekat asrama haji. Nah, aku pun mencagakkan
sepeda motorku di situ seraya bertanya kepada si bapak. “Pak, mau tambal ban.
Bisa kan pak?”, kataku. “Iya, bisa”, kata si bapak. Berhubung si bapak sedang
menambal ban pelanggan pertama aku pun sabar menunggu sambil berdiri karena
memang si bapak hanya menyiapkan satu bangku di situ dan sudah ditempati oleh
seorang muda yang sedang menunggu becak barangnya yang juga bocor sedang
ditempel si bapak. Pemuda tersebut tampak sedang tidur sambil menggunakan helm.
Setelah liat sana sini akhirnya mataku menuju sebuah batu yang lumayan bisa
diduduki, aku pun meminta izin pada si bapak untuk duduk di situ. Sambil
menunggu si bapak aku pun mengeluarkan sebuah buku hijau yang baru aku beli
dari temanku. Parent With No Property, itu adalah kata yang melekat di depan
cover buku yang ada di tanganku . Aku buka dan aku baca.
Saat itu aku merasa. Subhanallah, jika aku selalu berusaha
untuk berfikir positif semua akan terasa sangat ringan. Oh, iya sebelum aku
duduk aku mencoba untuk menghubungi atasanku untuk minta izin telat datang ke
sekolah dikarenakan ban bocor. Setelah beberapa menit menunggu kini giliran
sepeda motorku yang dihandle si bapak. Sedang aku terus saja membaca. Tak lama
si bapak pun berkata, “Ada paku, ban dalam keretanya koyak dan ada 5 lubang”.
Aku kaget dan berkata,” Allahuakbar, sebanyak itu pak? Jadi harus diganti ya
pak?”. Si bapak pun mengiyakan. “Berapa pak?, tanyaku”. “Empat puluh ribu!”,
jawab si bapak. Dan aku pun menganggukkan kepala. Alhamdulillah, di dompet
masih ada uang karena biasanya isinya agak nihil. Langsung si bapak mengganti
ban dalamnya dengan yang baru. Tak terasa aku telah menghabiskan beberapa
lembar buku hijau tadi dan tiba-tiba si bapak pun berkata, “Sudah dek!”. Aku
pun menghulurkan uang lima puluh ribu rupiah dan si bapak memberikan kembalian
sepuluh ribu rupiah. Setelah mengucapkan terima kasih dan merapikan letak
barang di tas. Aku pun menyalakan sepeda motorku. Setelah mengucapkan bismillah
aku pun melaju dengan kecepatan sedang. Jalanan sudah sangat ramai dan
Alhamdulillah aku bisa tiba di sekolah pukul 07.40 dan pada saat itu atasanku
sudah berdiri di dekat portal. Aku sapa kemudian aku meneruskan laju sepeda
motorku ke arah tempat parkir ketika pintu parkir mau dikunci oleh satpam
sekolah. Dan setelah permisi dengan pak satpam akhirnya aku bisa memarkirkan
keretaku. Alhamdulillah... Everythings run well until I join the morning
ceremony and do all activities. Inshaa Allah senantiasa diberi keberkahan dalam
setiap aktivitas. Aamiin Allahumma Aamiin
Langganan:
Komentar (Atom)








