Senin, 28 Mei 2018

Assembly Pembuka Awal Tahun Ajaran

Jum`at, 11 Agustus 2017
Behind the scene.. 
Assembly adalah salah satu progam di SD Siti Hajar yang berisi penampilan anak-anak dalam bentuk seni panggung baik tarian, drama, atau nyanyian. Yang tujuannya adalah mengeksplor kemampuan anak-anak. Program ini digilir di setiap kelas atau level di sekolah kami. Dan seperti biasa pembuka assembly di tahun ajaran adalah penampilan assembly kelas 6. Sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini penampilan kelas 6 dibagi menjadi dua kali penampilan yang diawali dengan kelas 6A dan 6C dan berikutnya adalah kelas 6B dan 6D di minggu yang berbeda. Berbeda karena biasanya tahun-tahun sebelumnya penampilan kelas 6 selalu digabung dari 3 atau 4 kelas menjadi 1 penampilan.
Ketika jadwal assembly muncul, seperti biasanya anak-anak sumringah dan terus bertanya tema assembly apa yang akan ditampilkan bahkan ada yang sampai mengajukan tema yang seringnya out of the box. Padahal gurunya masih meraba mencari tema yang cocok bagi mereka. Sempat muncul beberapa tema bahkan narasi pun sempat bertukar beberapa kali. Sampai pada kondisi yang tidak disangka perhatian ini tertuju pada beberapa stasiun televisi yang mengabarkan kembali peristiwa-peristiwa memilukan di Al Quds -Palestine. Ya, isu besar ini akhirnya menjadi landasan kami untuk membuat tema assembly. Dan tercetuslah kalimat “Indonesia for Gaza”.  Harapannya dengan mengusung tema ini anak-anak belajar mensyukuri setiap kemudahan yang didapat di tanah air dan semakin memahami bahwa Indonesia memiliki ikatan emosi yang kuat dengan negeri Syam, tanah Palestina. Ditambah lagi, sejarah kemerdekaan Indonesia yang tidak terlepas dari dukungan yang sangat berarti dari Negara Palestina.
Assembly on going
                Kisah ini menceritakan tentang seorang gadis kecil yang tinggal di sudut kota perbatasan Gaza, yang bernama Hana sebagai tokoh utama. Hana adalah salah satu anak Palestina yang periang dan penghafal Al Qur`an. Hana dan keluarga menjalani kehidupan yang sederhana di tengah konflik yang sedang berkecamuk, walau begitu mereka tetap bersyukur dan bahagia dengan jumlah anggota keluarga yang lengkap yaitu ayah, ibu, abang dan adik perempuannya. Namun, semua itu berakhir ketika hantaman bom birmil diarahkan ke pemukiman mereka. Menyebabkan korban yang begitu banyak, termasuk keluarga Hana di dalamnya. Kerusakan parah dimana-mana, asap hitam mengepul, hujan bom dan teriakan-teriakan yang menyesakkan dada pun terdengar. Tidak sampai di sini. Kisah Hana berlanjut sampai di tempat pengungsian dimana Hana berbaur bersama anak-anak lainnya. Mereka menjalani kehidupan dalam keterbatasan dalam banyak hal, makan, tidur, bahkan belajar. Namun, mereka memiliki semangat yang luar biasa dalam belajar dan menghafal Al Qur`an. Keterbatasan tidak memadamkan semangat mereka untuk menghafal Kalamullah. Di akhir cerita, Hana pun syahid di tanah Palestina ketika sedang berada dalam halaqoh Qur`an bersama teman-temannya. Hantaman bom birmil yang kembali diluncurkan oleh bangsa Israel, orang-orang yang sejatinya takut dengan kebesaran Islam, dengan anak-anak yang di dadanya berisi Al Qur`an. Dengan tubuh yang berlumur darah dan gerakan yang tertatih lemah Hana menutup matanya dengan akhir kalimat “Laa ilaaha illallah” dari lisannya.
                “Palestine will be free” merupakan salah satu lagu pengiring tarian teatrikal di assembly kali ini yang berisi tentang perjuangan rakyat Palestina mempertahankan Al Aqsa dan dilanjut dengan lagu “We Will Not Go Down” yang berisi semangat rakyat Palestina yang tak pernah goyah walau serangan beruntun dari bangsa Israel senantiasa mengusik ketenangan mereka. Peran-peran di atas dimainkan oleh siswa-siswi kelas 6A dan 6C dengan sangat baik sampai memunculkan rasa haru bahkan bagi kami guru-guru dan orang tua yang datang untuk menyaksikan penampilan anak-anak. Ternyata, tidak sampai di sini. Pengalaman saya ketika sedang membaca sebuah buku yang berjudul “Kun Fayakun! Menembus Palestina”, ternyata diam-diam anak-anak memperhatikan bacaan saya bahkan penasaran ingin membaca buku tersebut. Kata Palestina pada cover buku sudah cukup menarik perhatian mereka. Saya pribadi menyimpulkan, Tanah Palestina yang merupakan negeri para nabi sudah ada dalam memori anak-anak. Harapannya merekalah yang akan menjadi para mujahid/mujahidah yang ikut berperan dalam menjaga dan mempertahankan tanah Palestina nantinya, di mana Alqsa berada, dan dimana kisah Isra` dan Mi`Raj Rasulullah SAW terjadi. Sebagai mujahid yang ikut meneruskan jejak para pembebas Al Aqsa seperti Umar Ibn Khattab dan Shallahuddin Al Ayyubi. Aamiin In Syaa Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar