![]() |
| Behind the scene.. |
Assembly adalah salah
satu progam di SD Siti Hajar yang berisi penampilan anak-anak dalam bentuk seni
panggung baik tarian, drama, atau nyanyian. Yang tujuannya adalah mengeksplor
kemampuan anak-anak. Program ini digilir di setiap kelas atau level di sekolah
kami. Dan seperti biasa pembuka assembly di tahun ajaran adalah penampilan
assembly kelas 6. Sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini
penampilan kelas 6 dibagi menjadi dua kali penampilan yang diawali dengan kelas
6A dan 6C dan berikutnya adalah kelas 6B dan 6D di minggu yang berbeda. Berbeda
karena biasanya tahun-tahun sebelumnya penampilan kelas 6 selalu digabung dari
3 atau 4 kelas menjadi 1 penampilan.
Ketika jadwal
assembly muncul, seperti biasanya anak-anak sumringah dan terus bertanya tema
assembly apa yang akan ditampilkan bahkan ada yang sampai mengajukan tema yang
seringnya out of the box. Padahal gurunya masih meraba mencari tema yang cocok
bagi mereka. Sempat muncul beberapa tema bahkan narasi pun sempat bertukar
beberapa kali. Sampai pada kondisi yang tidak disangka perhatian ini tertuju
pada beberapa stasiun televisi yang mengabarkan kembali peristiwa-peristiwa
memilukan di Al Quds -Palestine. Ya, isu besar ini akhirnya menjadi landasan
kami untuk membuat tema assembly. Dan tercetuslah kalimat “Indonesia for Gaza”.
Harapannya dengan mengusung tema ini
anak-anak belajar mensyukuri setiap kemudahan yang didapat di tanah air dan
semakin memahami bahwa Indonesia memiliki ikatan emosi yang kuat dengan negeri
Syam, tanah Palestina. Ditambah lagi, sejarah kemerdekaan Indonesia yang tidak
terlepas dari dukungan yang sangat berarti dari Negara Palestina.
![]() |
| Assembly on going |
Kisah
ini menceritakan tentang seorang gadis kecil yang tinggal di sudut kota
perbatasan Gaza, yang bernama Hana sebagai tokoh utama. Hana adalah salah satu
anak Palestina yang periang dan penghafal Al Qur`an. Hana dan keluarga
menjalani kehidupan yang sederhana di tengah konflik yang sedang berkecamuk,
walau begitu mereka tetap bersyukur dan bahagia dengan jumlah anggota keluarga
yang lengkap yaitu ayah, ibu, abang dan adik perempuannya. Namun, semua itu
berakhir ketika hantaman bom birmil diarahkan ke pemukiman mereka. Menyebabkan
korban yang begitu banyak, termasuk keluarga Hana di dalamnya. Kerusakan parah
dimana-mana, asap hitam mengepul, hujan bom dan teriakan-teriakan yang
menyesakkan dada pun terdengar. Tidak sampai di sini. Kisah Hana
berlanjut sampai di tempat pengungsian dimana Hana berbaur bersama anak-anak
lainnya. Mereka menjalani kehidupan dalam keterbatasan dalam banyak hal, makan,
tidur, bahkan belajar. Namun, mereka memiliki semangat yang luar biasa dalam
belajar dan menghafal Al Qur`an. Keterbatasan tidak memadamkan semangat mereka
untuk menghafal Kalamullah. Di akhir cerita, Hana pun syahid di tanah Palestina
ketika sedang berada dalam halaqoh Qur`an bersama teman-temannya. Hantaman bom
birmil yang kembali diluncurkan oleh bangsa Israel, orang-orang yang sejatinya
takut dengan kebesaran Islam, dengan anak-anak yang di dadanya berisi Al Qur`an.
Dengan tubuh yang berlumur darah dan gerakan yang tertatih lemah Hana menutup
matanya dengan akhir kalimat “Laa ilaaha illallah” dari lisannya.
“Palestine
will be free” merupakan salah satu lagu pengiring tarian teatrikal di assembly
kali ini yang berisi tentang perjuangan rakyat Palestina mempertahankan Al Aqsa
dan dilanjut dengan lagu “We Will Not Go Down” yang berisi semangat rakyat
Palestina yang tak pernah goyah walau serangan beruntun dari bangsa Israel
senantiasa mengusik ketenangan mereka. Peran-peran di atas dimainkan oleh
siswa-siswi kelas 6A dan 6C dengan sangat baik sampai memunculkan rasa haru
bahkan bagi kami guru-guru dan orang tua yang datang untuk menyaksikan
penampilan anak-anak. Ternyata, tidak sampai di sini. Pengalaman saya ketika
sedang membaca sebuah buku yang berjudul “Kun Fayakun! Menembus Palestina”,
ternyata diam-diam anak-anak memperhatikan bacaan saya bahkan penasaran ingin
membaca buku tersebut. Kata Palestina pada cover buku sudah cukup menarik
perhatian mereka. Saya pribadi menyimpulkan, Tanah Palestina yang merupakan negeri
para nabi sudah ada dalam memori anak-anak. Harapannya merekalah yang akan
menjadi para mujahid/mujahidah yang ikut berperan dalam menjaga dan
mempertahankan tanah Palestina nantinya, di mana Alqsa berada, dan dimana kisah
Isra` dan Mi`Raj Rasulullah SAW terjadi. Sebagai mujahid yang ikut meneruskan
jejak para pembebas Al Aqsa seperti Umar Ibn Khattab dan Shallahuddin Al
Ayyubi. Aamiin In Syaa Allah.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar