Jumat, 10 Mei 2013

backpackeran massal medan-singapore-melaka-KL


My first flight.... 
agak ngatrok hehehehe....^_^

Hari Pertama di Singapura, 25 February 2012
Perjalanan menuju Singapura diawali pada tanggal 25 February 2012. Untuk jadwal penerbangan saya berada di kloter pertama, yang berangkat pada pukul 06.20 WIB. Saya berangkat dari rumah pada pukul 04.15 WIB dan tiba di airport pukul 04.35 WIB. Setibanya di airport teman-teman sudah pada berkumpul di depan pintu masuk. Setelah dipastikan semua anggota telah tiba di airport maka kami pun masuk melalui pintu masuk dengan menunjukkan tiket pesawat pertama kami yang bertuliskan tujuan MES-KL ke petugas. Sebelum masuk ke bagian imigrasi, kami lebih dulu membayar airport tax senilai Rp 75.000/orang pada saat akan boarding pass pukul 4.40 wib. Setelah itu kami pun check in pukul 5.23 wib, menuju bagian imigrasi menunjukkan paspor dan formulir kerangkatan yang sudah kami  isi ketika di sekolah. Kemudian kami duduk di waiting room sambil menunggu giliran dengan teman-teman untuk sholat subuh. Ketika nomor penerbangan QZ 8050 diumumkan mau berangkat maka kami pun langsung bergegas menaiki escalator menuju tempat pemeriksaan barang kemudian antri menunggu giliran masuk ke areal penerbangan. Berjalan kira-kira 5 menit akhirnya sampailah di depan pintu pesawat. Masuk, meletakkan barang bawaan di  kabin, duduk kemudian take off pada pukul 06.20 WIB. Subhanallah, karya Tuhan yang luar biasa. Segala sesuatu terlihat indah dari pesawat. Apalagi ketika subuh menuju pagi hari. Kata-kata sepertinya  tidak cukup untuk melukiskan keindahan pada saat itu. Mungkin kalimat yang terbaca terkesan terlalu berlebihan tapi itulah yang saya rasakan.
Perjalanan memakan waktu lebih kurang satu jam. Kami tiba di LCCT Malaysia pada pukul 08.05 WIB kira-kira pukul 9-an WilMal karena beda waktu di Indonesia dan Malaysia kira-kira 1 jam-an. Di sana kami cari foodcourt soalnya sudah keroncongan namun saya tidak pesan makanan disana karena saya bawa bekal nasi goreng dari rumah. Hmmm…lebih yummy….hehehe…., yang saya order disana adalah teh tarik seharga RM 1,10 soalnya penasaran kata teman rasanya sangat amazing.
Foodcourt di LCCT

Tapi bagi saya biasa saja mungkin karena saya bukan penggemar  teh susu atau sejenisnya. Satu hal yang tak terlupakan ternyata dari segi pelayanan terhadap pembeli, Malaysia termasuk dalam golongan bad service, tak ramah dan agak mengesalkan. Jam keberangkatan ke Singapura sudah tiba, kami pun bergegas untuk boarding pass kira-kira pukul 09.30 WilMal, check in pukul 10.30 wilmal atau antri untuk pemeriksaan dokumen  kemudian stay di waiting room menunggu waktu take off bersama teman-teman tapi tetap semangat.
di waiting room

Nomor penerbangan Ak 723 di T12 menuju Singapura diumumkan setelah itu kami pun antri menuju pesawat dengan menunjukkan tiket pesawat kedua menuju Singapura. Siap terbang untuk kedua kalinya. Di pesawat kami mengisi formulir imigrasi untuk kedatangan di Singapura. TIba di Changi airport pukul 12.45 wilsing. Istirahat sejenak di airport nomor 2 terbersih di dunia kemudian mencari tempat sholat. Setelah itu ke Changi 2 dengan Skytrain menuju MRT Station.
 di Changi Airport

Kira-kira pukul 14.00 wilsing ketika turun dari skytrain, ternyata ada 3 teman tertinggal akhirnya Pak Irwan pergi menjemput teman kami tadi sedangkan kami menunggu di terminal 2. Kira-kira 20 menit Pak Irwan dan teman kami tadi pun datang. Lalu kami turun menuju tempat pembelian tiket MRT. Disana kami bertemu dengan teman-teman di kloter 2. Kami berkumpul di tempat pembelian tiket MRT menuju tanah merah. Pukul 14.45 masih menunggu pembelian tiket. Sambil memperhatikan setiap sudut bangunan ternyata memang dipenuhi dengan CCTV…wow…amazing. Permasalahan tiket menghambat jadwal perjalanan namun akhirnya kami bisa juga mendapatkan tiket. Ternyata caranya simple. Pergi menuju mesin tiket MRT, tekan tujuan pada layar touchscreen, tidak berapa lama tarifnya akan muncul, kemudian masukkan uang berdasarkan tarif yang ada. Bisa masukkan uang lebih jika mau pulang pergi. Akhirnya kami mendapatkan tiket MRT berwarna hijau. Antri sejenak kemudian green card tadi di’pas’kan ke lambang card yang ada pada entrence maka secara otomatis pintu terbuka.

Kami menunggu MRT  berikutnya . Begitu MRT tiba kami pun naik. Setelah melewati 2 station, kami pun tiba di Tanah Merah. Dari Tanah Merah kami naik MRT lagi menuju Kallang. Setelah melewati kira-kira 6 station kami tiba di Kallang terus menyeberang jalan.

Tiba di Kallang River Hostel dan Ideal Backpakers Hostel pukul 16.30 wilsing kemudian menunggu hostel reservation. Akhirnya dapat kamar, modelnya seperti asrama jadi bisa 6 orang dalam 1 kamar. Setelah itu kami makan dan minum kira-kira sudah pukul 17.45 wilsing. Pukul 18.15 kami siap-siap berangkat ke Distrik colonial dengan bus dan pembayaran tarif bus dengan menggunakan kartu berwarna merah yang berisi deposit di dalamnya sehingga bisa digunakan beberapa kali ketika menaiki bus. Bus yang dinaiki no. 2, 12, 32 bisa juga 33. Karena bus tak kunjung datang akhirnya batal ke Colonial Distric. Sudah pukul 19.30 wilsing dan hampir gelap maka diputuskan tempat yang dituju adalah Orchad dengan bus bernomor 7. Disana banyak terdapat pusat perbelanjaan seperti Lucky Plaza, Takashimaya, dll. Setelah keliling-keliling, kembali ke hostel dengan nomor bus yang sama. Tiba pukul 23.00 wilsing.


Hari kedua di Singapura, 26 February 2012
Bangun pukul  5 pagi wilsing, langsung mandi, sholat, siap-siap ke OUE Bayfront.  Berangkatnya lama jadi matahari sudah agak tampak. Tiba di sebuah taman di OUE Bayfront kira-kira pukul 7.30 wilsing. Tak jauh dari situ terlihat gedung Esplanade terus berjalan sedikit tiba di Merlion Park, icon Negara Singapura. Karena sibuk berfoto ria, seorang pria keturunan Cina tertarik memotret keramaian kami. Jepret….jadi.  Kemudian menuju Vivo City dengan menaiki bus. Kami masuk Vivo City yang pada jam segitu toko-toko masih pada tutup.

Marlion Statue

di depan Vivo City
Kami terus berjalan dan ternyata di lantai paling atas ada panorama menarik dan ada tempat pembelian tiket monorail menuju Sentosa Island. Dengan membayar $ 3,00 kami mendapatkan tiket monorail ke sentosa Island berwarna hijau. Cara penggunaannya sama seperti MRT tapi kartu ini hanya berlaku untuk 1 hari dengan tanggal yang sama. Naik monorail, tidak berapa lama sampailah di Sentosa Island kemudian antri menunggu odong-odong versi Singapura menuju Pantai Pelawan (free of charge). Tiba di Pantai Pelawan, seperti biasa kegiatan foto-foto dan istirahat sambil menikmati alam. Kemudian mulai lagi perjalanan kembali menunggu odong-odong dan monorail. Berjalan turun dari tempat pembelian tiket ke Sentosa. Menuju halte, menunggu bus no. 7  menuju Bugis, tempat pembelanjaan.
 di Monorail Station ke Sentosa Island
 Nunggu odong2 ke Siloso 
 Siloso Beach
 nobar Pertunjukan Laser Song of theSea
Universal Studio

Karena setelah ini acara bebas, saya dan empat teman saya memutuskan kembali ke sentosa nonton pertunjukan Songs of the Sea. Karena mulainya agak lama, kami makan terlebih dahulu kemudian berangkat ke tempat pembelian tiket MRT. Petualangan pun dimulai dengan mengandalkan peta dan uang beberapa dolar akhirnya kami sampai di Sentosa, naik monorail, beli tiket Songs of the Sea  dan naik odong-odong. Tetapi bukan menuju ke pantai Pelawan melainkan ke Siloso. Setelah berkeliling kami pun kembali ke tempat pertunjukan Songs of the Sea. Pertunjukan dimulai pukul 19.40 jadi kami sholat terlebih dahulu di mushola terdekat, sering disebut prayer room. Kemudian cari minuman dan mulai berjalan menuju tempat pertunjukan. Pertunjukan pun dimulai. Menakjubkan dan kreatif. Acara selesai kira-kira pukul 20.30, kami pun segera pulang karena takut ketinggalan MRT  karena MRT terakhir adalah pukul 21.00. Sedikit nyasar akhirnya kami pun menemukan MRT menuju Kallang, rasa syukur terbersit kembali. Alhamdulillah sampai tujuan setelah melewati kira-kira 6 station. Kami berjalan kaki menuju tempat makan di sekitar hostel. Setelah itu kembali ke hostel untuk beristirahat.

Hari ketiga di Singapuraa, 27 February 2012
Kunjungan ke sekolah. Pagi hari kami sudah bersiap-siap berangkat ke sekolah Al Irsyad dengan menaiki bus bernomor 100 menuju Braddel Road. Ternyata salah bus sehingga harus bermaraton sampai ke halte berikutnya. Tidak berapa lama karunia Allah muncul, hujan. Dan tak berapa lama bus yang ditunggu tiba karena deposit kartu sudah habis maka kami meggunakan cara manual untuk membayar tarif bus langsung ke supir. Tiba lah di halte dekat sekolah, diiringi dengan hujan rintik-rintik kami berlari-lari kecil menuju sekolah yang sangat terawat bangunannya. Dengan disambut hangat oleh dua orang penting dari sekolah tersebut. Mereka mempersilahkan kami masuk dan menyuguhkan banyak hal mengenai sekolah mereka bahkan mereka mempersilahkan kami untuk berkeliling.


Belum puas mata ini melihat sisi-sisi sekolah tersebut namun kami sedang diburu waktu untuk check out dari hostel dan berangkat ke JB Depo. Sehingga selesai menikmati hidangan alakadar yang disediakan kami pun mohon pamit. Cara yang sama, kami menuju halte dengan bermaraton ria melewati jembatan layang. Subhanallah, what amazing trip…!!! Semua berlari menuju halte sambil tergopoh-gopoh diiringi senyum. Bus yang ditunggu pun tiba, kami naik kemudian melepaskan letih di dalamnya. Setibanya di halte dan menyeberang menuju hostel ternyata tas kami sudah dibawa turun oleh teman-teman yang stay di hostel. Kemudian kami langsung menuju tempat mangkalnya taksi-taksi. Kami sampai ke JB Depo dengan menggunakan taksi. Setelah menunggu teman berkumpul kami pun menyewa 2 bus “Johore Express”. Berjalan kira-kira satu jam melewati perbatasan kami pun meninggalkan Singapura. See You Singapore…
Tiba di kantor imigrasi Malaysia, melakukan pengecheckan dan mengisi formulir kedatangan seperti biasa ketika masuk ke Negara berbeda. Kemudian kami berjalan turun menuju tempat pemberhentian bus. Kami menaiki bus dengan nama yang sama tanpa harus membayar lagi. Bus tersebut mengantarkan kami ke Larkin, Malaysia. Disana kami makan dan sholat sambil menunggu bus berikutnya menuju Melaka pada pukul 15.00 wilmal. Bus tiba, kami mulai berjalan menuju Melaka. Memakan waktu kira-kira 1 jam-an lebih. Ternyata supir bus kami tidak tahu dimana letak River One dan Sayang-sayang Motel. Padahal Bu Sri, bagian Admin kami sudah memberitahu nama alamatnya yaitu kampung nelayan tetapi tetap saja tidak ketemu. Sampai akhirnya setelah berkeliling-keliling, tempat yang kami cari pun ketemu. Awalnya saya mengira Melaka adalah kota yang tak cukup menarik karena parasnya tidak begitu berbeda dengan Medan. Tapi setelah masuk ke daerah tempat kami stay, perasaan kagum pun muncul. Subhanallah, gorgeous…!!!


Panorama perkampungan yang berada di sekitar sungai mengingatkan saya dengan Venesia di Itali dan Macau di Hongkong.  Sebagian dari kami tinggal di River One Guest House sebagian lagi di Sayang-sayang Motel. Awalnya kami mau langsung mengunjungi beberapa tempat disana namun cuaca tidak mendukung sehingga rencana dicancel. Ketika hujan reda kami pun siap-siap berjalan  sekitar pukul 21.00 wilmal. Tapi sayang, saya dan seorang teman saya tertinggal hanya beberapat menit saja. Saat mau menyusul kami salah arah sehingga kami jadi jauh terpisah. Dengan berbekal peta sederhana dari William, si Pemilik Guest House kami tetap berjalan mencari Jonker Street. Ternyata perjalanan ini membawa kami ke jembatan menuju Kampung Morten. Di depan hotel Putra Jaya. Kemudian kami kembali ke jalan simpang dan bertanya kepada an Arabian boy. Kami bertanya letak Jonker Street, dia pun menunjukkan arahnya. Setelah berjalan cukup lama mengikuti petunjuk tadi. Akhirnya kami melihat sekumpulan teman-teman kami tercinta. Alhamdulillah, akhirnya….
Dengan ekspresi datar, kami menyusul mereka dan berjalan bersama menuju tempat makan di seberang jalan. Mereka bercerita tentang Jonker Street yang sudah tutup karena pasar tersebut ramainya di hari sabtu dan minggu. Sedangkan di hari lain tutup. Setelah itu kami pun kembali ke River One. Dengan badan yang letih. Setelah bersih-bersih kami pun tidur karena besok pagi mau jalan pagi sekaligus sholat subuh di mesjid.

Hari Keempat di Melaka, 28 February 2012
Pukul 5 pagi kami terbangun dan siap-siap untuk mandi. Setelah mempersiapkan benda-benda penting seperti paspor, mukenah, kamera, dll. Kami pun bergegas turun mengikuti rombongan menuju mesjid. Setelah selesai sholat kami menuju ke Famosa tempat bangunan-bangunan lama zaman penjajahan Inggris.
                     
                           
                         


Di sana banyak terdapat gereja, makam, museum, dan taman-taman yang teratur dan terawat indah. Semuanya merupakan  situs-situs bersejarah yang bisa dinikmati setiap turis yang berkunjung. Kemudian kami menuju Dataran Pahlawan, dataran yang luas dan bersih. Di sana juga terdapat shopping centre building yang harga barang-barangnya relative murah, buka pada pukul 10.00 wilmal. Karena pukul sepuluh masih lama, kami pun mencari sarapan di dekat sisi jalan tidak jauh dari dataran Pahlawan. Selesai sarapan kami melanjutkan perjalanan. Di sana kami melihat Museum Kapal yang besar. Cukup RM 1,00, kita bisa menikmati peninggalan bersejarah di dalamnya. Saya tidak sempat masuk ke dalam karena mengikuti rombongan yang lain. Saat itu kami terpisah-pisah menjadi beberapa rombongan jalan. Rombongan jalan kami menuju tempat pemberhentian kapal “River Cruise”. Dengan biaya RM 10,00 kami bisa berkeliling Melaka menaiki kapal yang mulai beroperasi pada pukul 10 pagi. Dalam perjalanan, kami melihat begitu banyak biawak di sungai. Ternyata biawak-biawak tersebut memang dilestarikan oleh penduduk disana. Kami melewati perkampungan Morten yang merupakan perkampungan bersejarah yang perawatannya dibiayai oleh Negara bahkan masih dihuni oleh masyarakat sekitar. Setelah selesai berlayar, kami pun kembali ke guest house. Beristirahat dan merapikan barang-barang karena sebentar lagi kami akan check out. Setelah mengumpulkan barang-barang di lantai bawah, kami menunggu bus kami yang tiba pukul 13.00 dan melanjutkan perjalanan ke Ancasa Hotel. Lama perjalanan sekitar 1 jam, setibanya di Ancasa Hotel kami pun berkumpul di lobby hotel sambil menunggu hotel reservation. Kami semua mendapat kamar di lantai 8 dengan nomor kamar berbeda. Di kamar yang saya tempati terdiri dari 4 orang, begitu juga kamar-kamar yang lain. Nomor kamar yang kami tempati saat itu adalah 806. Setelah meletakkan barang-barang, saya ikut berkumpul dengan rombongan yang mau berangkat ke Genting Highland. Ternyata Genting merupakan daerah puncak yang dingin. Saat itu kami tidak membawa pakaian dingin akhirnya untuk mengurangi dingin di badan, kami bergerak terus dan mencari makanan serta minuman hangat, biaya yang saya keluarkan untuk makan-minum adalah RM 11,50. Selesai makan kami pun berangkat ke Genting. Dengan biaya lebih kurang RM 21,00 ditambah RM 6,00 biaya skyway (pulang) kami pun tiba di Genting Highland dan ternyata arena permainan saat itu tutup. Dengan diburu waktu kami pun kembali menyeberang pulang dengan menggunakan skyway selama kurang lebih 40 menit menuju terminal bus. Sedikit nyasar dan senyum lebar membayangkan perjalanan kami akhirnya tiba juga di tempat pemberhentian bus. Kami naik bus menuju Pudu Raya, jalan menuju hotel. Satu jam perjalanan kami pun tiba di hotel namun tidak langsung pulang ke hotel melainkan singgah sebentar ke Petalling, pasar ramai di Malaysia tidak jauh dari hotel. Setelah membeli beberapa souvenir kami pun pulang. Tiba di hotel tidak langsung istirahat tetapi mempacking barang-barang yang akan dibawa karena keesokan harinya adalah jadwal pulang ke Indonesia. Setelah setelah packing barulah bersegera untuk tidur.

ke lima di Malaysia, 29 February 2012
Bangun pagi seperti biasa, mandi dan siap-siap untuk sholat di Mesjid Jamee` tidak jauh dari hotel dan tidak jauh dari pasar india. Pagi itu juga selesai sholat rombongan kloter pertama dan sebagian yang ingin ikut serta pergi  ke lapangan merdeka kemudian ke KLCC. Saya yang awalnya mau ikut tidak jadi karena sebagian besar kloter saya memilih untuk tinggal. Karena saat itu kaki saya sudah agak sakit saya pun memutuskan menunda perjalanan ke sana karena masih ada jam berikutnya. Berhubung jadwal kepulangan saya adalah yang terakhir, kloter 3 pukul 21.00. Sehingga saya dan teman lain masih ada kesempatan untuk membeli beberapa souvenir di MyDin, salah satu supermarket di dekat hotel yang harganya pun masih terjangkau. Akhirnya saya memutuskan untuk duduk sejenak dengan beberapa teman menikmati kue pastel yang kami beli di pinggir jalan dekat mesjid jamee`. Setelah itu kami pun pulang dengan perjalanan yang sedikit nyasar melewati pasar seni yang masih tutup pagi itu. Setibanya di kamar hotel saya pun langsung istirahat menunggu rencana berikutnya setelah zhuhur. Kami zhuhur di Mesjid Jamee` dan kebetulan saat itu hujan. Setelah agak reda saya dengan dua orang teman saya melanjutkan perjalanan ke pasar seni kemudian singgah ke MyDin dekat pasar seni. Karena masih hujan dan lapar sebelum pulang kami makan di tempat makan di sisi bangunan MyDin. Biaya yang saya keluarkan saat itu untuk makan adalah RM 4,50 ditambah disappointing service. Kami kembali mengejar waktu, harus tiba di hotel pukul 16.00 akhirnya kami pun tiba di hotel sambil menunggu teman yang lain. Setelah semuanya berkumpul kami pun mulai berangkat pukul 16.45 wilmal menuju LCCT dengan 2 minibus. Semua kelelahan dan tertidur, tanpa sadar kami pun tiba di LCCT. Singgah ke food court dan mencari tandas awam (public toilet). Setelah istirahat sejenak, kami mulai perjalanan untuk boarding pass, check in, pemeriksaan barang-barang, pengecheckan dokumen dan menunggu keberangkatan di T11. Penerbangan kami sempat delay 30 menit karena ada hambatan penerbangan sehingga penerbangan dimulai pukul 21.30 wilmal. Tidak berapa lama penerbangan AK 1356 dari KL-MES pun diumumkan. Kami antri melalui T11, menunjukkan tiket dan terus berjalan sampai ke pesawat. Masuk ke pintu pesawat, meletakkan barang-barang di kabin dan see you Malaysia…welcome Indonesia. Kurang lebih pukul 10 kami tiba di bandara Polonia. Keluar dari pesawat langsung masuk ke bagian imigrasi dan pemeriksaan barang. Go home to each house and start to work on Thursday…awesome….



Selasa, 07 Mei 2013

Good bye My Gigi Bungsu


Sabtu, 20 April 2013
Good bye Geraham bungsu
Sehabis pengajian di sekolah tadi pagi kira-kira pukul 11`an saya menghubungi dokter Olivia, dokter bedah mulut. Memastikan jam berapa saya bisa kesana dan dia pun membalas sms ku. Sehabis post test drg kira-kira jam 11.30. Maka saya pun pergi bergegas ke USU tepatnya departemen bedah mulut melalui pintu 3 usu ditemani dengan Bu Tari, yang merupakan alumni USU jurusan MIPA. Dengan Bu Tari yang menemani rasa khawatirku agak sedikit berkurang paling tidak Bu Tari lebih mengenal wilayah ini. Kami pun ke areal USU sambil mencari-cari. Setelah membaca beberapa penunjuk jalan kami belok ke kiri terus mencari dan sampai lah kami di Auditorium FKG. Saya memarkirkan motor saya di situ kemudian bertanya kepada Mahasiswa yang sedang berjalan dan mereka pun menunjukkan jalan yang ingin kami tuju.
Sampai lah di Depatemen Bedah Mulut, kemudian saya mencoba menghubungi drg. Lili. Dan dokter tersebut mengarahkan saya ke Kak Butet (bahasa drg Lili). Saya pun masuk menanyakan buk butet dan buk butet pun menanyakan foto gigi saya dan meminta saya untuk menunggu panggilan di luar. Untungnya semalam saya sudah memastikan nama mama Najwa sehingga tadi ketika dipanggil saya tidak begitu tampak aneh walaupun sedikit lucu. Karena ketika saya dipanggil dengan sebutan “Pasien Dr. Riah” saya gak connect. Namun agar tidak kalah malu saya balik bertanya “Dr. Nuriah ya dok” hehehehe….untung saya masih ingat namanya.
Saya pun mulai memasuki ruangan itu. Perasaan takut sudah mulai muncul, aku pun terus berdoa dan berdoa sambil menunggu dokter Lili. Akhirnya saya diminta untuk masuk ke ruang operasi. Ya Allah, takutku bertambah. Ku sms bu Tari minta didoakan.
Aku berbaring di tempat tidur operasi tersebut, mereka hidupkan lampu dan menutupiku dengan selimut rumah sakit berwarna hijau kemudian menutupi mataku. Salah satu dokter berkata, “ Tolong ambilkan alat bengkel kita”. Astaghfirullahaladzim, kenapa harus dibilang alat bengkel takut ku pun semakin menjadi. Tidak berapa lama mereka meletakkan beberapa alat bedah mereka di atas selimutku. Kemudian memintaku membuka mulut dan memberi aba-aba kepadaku bahwa mereka akan memberikan suntikan di mulutku. Agak asing, kaget, dan perih sedikit. Hatiku pun komat kamit (soalnya mulut gak bisa gerak) berzikir dan sholawat. Memohon kemudahan dan perlindungan dari Allah. Setelah itu mendengar bunyi alat seperti grenda alat perbengkelan yang sering digunakan abangku ketika memotong besi atau keramik. Ya Allah, takutku semakin menjadi tapi aku coba pasrah. Kubuka lebar-lebar mulutku. Namun ada sedikit kekhawatiran kalau alat tersebut mengoyak mulutku atau melukai lidahku. Naudzubillah summa naudzubillah, selama operasi mulut ku terasa kaku tapi pikiran ku sadar. Aku dengar semua yang mereka katakan, bahkan dr Lili berkata,  “bandel giginya”. Ya Allah, aman kah ini? Benarkah pilihanku untuk menjalankan operasi ini?” terlambat gigiku sudah setengah perjalanan. Aku merasakan mereka menekan gusiku, mencongkel-congkel. Banyak yang mereka lakukan dan aku hanya bisa merasakan dan berdoa agar semua ini segera berlalu. Setelah tidak beberapa lama, saya merasa seperti ada tembakan kecil di bagian mulutku disambut dengan benang yang menyenggol-nyenggol gigi-gigiku. Aku pun mulai tenang, aku yakin sudah mau selesai dan sesi ini merupakan sesi penjahitan bekas Lukas di gusiku. Setelah itu mereka membersihkan cairan-cairan yang berserak di sekitar mulutku (mungkin darah ketika operasi tadi) dengan kain yang dibasahi air es atau apalah itu yang jelas kain tersebut dingin. Ketika operasi tadi aku sempat mengeluarkan air mata dan kesakitan ketika mereka menekan dan menarik sesuatu di dalam gusiku. I feel suffering at that time. I don`t know what should I do. Just pray to Allah. Aku terus berdoa, sempat terlintas dalam diriku. Apakah ini akhir hidupku, Astaghfirullahaldzim, ampuni hamba ya Allah. Sampai selesai pun air mata saya masih tersisa di sudut mata.
Alhamdulillah, selesai mereka memintaku untuk berbaring di ruang lain sambil beristirahat. Setelah itu drg Lili menyarankan untuk menekan kain kasa yang ada di gigi ku. Tidak boleh minum, meludah apalagi berkumur jadi harus dijaga selama 1 jam. Setelah satu jam baru boleh berkumur secara perlahan dan meminum 3 macam obat dari 4 obat yang ada di list. Sedangkan obat yang keempat yaitu obat berkumur digunakan esok hari. Drg. Lili mengingatkan saya untuk senantiasa menjaga kebersihan rongga mulut karena sangat berpengaruh pada kesembuhan. Malam ini saja saya sudah dianjurkan gosok gigi tentunya perlahan dan dengan lembut kemudian makan-makanan berkuah dan menguyah di sisi gigi yang lain yaitu sebelah kiri karena yang dioperasi sebelah kanan. Dr. sudah mewanti-wanti saya besok mungkin sudah mulai bengkak besar jadi ia mengingatkan untuk mengompres bengkaknya. Dan menyarankan untuk minum air yang dingin, tidak boleh hangat apalagi panas bisa lonyot….hehehehe…. Kemudian dia memberikan kartu nama, apabila saya mengeluh sesuatu saya boleh menghubunginya dan hari Senin kembali ke USU untuk control bekas operasi tadi. Selesai sudah di bagian administrasi, awalnya kwitansi diisi dengan biaya Rp 1,5 Jt. MasyaAllah, saya gak bawa uang sebanyak itu kemudian memberitahukan perawat admin tersebut bahwa saya rekomendasi drg Riah dan katanya saya akan dimasukkan ke dalam kategori mahasiswa jadi biaya nya tidak segitu. Akhirnya perawat tadi bertanya kepada drg. Lili dan drg itu mengiyakan sehingga biaya yang harus saya bayar ada Rp 1 Jt. Belum lagi biaya untuk membeli resep, 4 macam obat yang harus ditebus (Danalgin kaplet Antalgin Diazepam untuk antibiotic dan denyut, Cataflam 250mg untuk nyeri, STAFORIN 500 Cefadroxil Monohydrate untuk obat tidur kalau tidak salah dan ALOCLAIR PLUS ORALRINSE untuk berkumur selama 1 menit dan setelah berkumur tidak boleh berkumur dengan air lagi) jadi total obat yang harus ditebus sekitar Rp 200 ribuan. Ya Allah segala penyakit dan kesembuhan ada di dalam Kuasa Mu ya Allah maka aku berserah hanya kepada Mu Ya Allah.

Kami  pun pulang meninggalkan bangunan FKG tersebut dan mengantar Bu Tari sampai di depan pintu 3 USU sambil menemaninya makan siang. Ketika aku mau mengantarnya, dia pun menolak dan memintaku untuk pulang duluan sedangkan dia akan naik angkot. Sebenarnya aku jadi gak enak sama Bu Tari tapi memang aku sudah tahan menahan perih di mulut tepatnya dimana aku juga gak tahu karena mulutku agak keram setelah operasi tadi. Akhirnya aku pun membelokkan motorku dan pulang. Sebelum tiba di rumah aku coba untuk singgah ke APOTIk dekat rumah untuk menebus obat tapi ternyata 1 macam obat yang ada. Aku pun pulang. Aku parkirkan kereta, melepas helm, meletakkan tas dan mengambil uang dari dompet dan meminta adek untuk membelikan 3 macam obat lagi. Aku sudah tak tahan. Mamak menyarankan ku untuk tidur. Di pangkuannya aku tertidur dan dielusnya kepalaku dan pipiku. Aku pun tertidur sambil meneteskan air mata (maklum biusnya dah habis jadi agak dramatis)
. Kalau sudah kayak gini aku jadi pengen dekat terus sama emak. Tidak berapa lama adekku pulang dan membawakan obat yang sudah ditebus, 2 diantaranya dibeli di apotik dekat rumah namun yang 1 lagi harus dibeli di apotik Kimia Farma yaitu STAFORIN yang harganya cukup mahal Rp 114.500,_. Setelah makan 3 obat tersebut Alhamdulillah sudah agak mendingan.   Goodbye GiBung… 
NB: Di luar dugaan. Luar biasa, ternyata ujian keuangan bulan ini, pajak BK 2 tahun, BBN, Sepeda, Foto gigi, TIket ke Bandung (masih sempat aja..hehehe…), baru operasi gibung.
Alhamdulillah Ya Allah, ujian yang Engkau hadapkan dapat aku jalani perlahan dengan rezeki yang Engkau titipkan sementara.