agak ngatrok hehehehe....^_^
Hari Pertama di Singapura, 25 February 2012
Perjalanan menuju Singapura
diawali pada tanggal 25 February 2012. Untuk jadwal penerbangan saya berada di
kloter pertama, yang berangkat pada pukul 06.20 WIB. Saya berangkat dari rumah
pada pukul 04.15 WIB dan tiba di airport pukul 04.35 WIB. Setibanya di airport
teman-teman sudah pada berkumpul di depan pintu masuk. Setelah dipastikan semua
anggota telah tiba di airport maka kami pun masuk melalui pintu masuk dengan
menunjukkan tiket pesawat pertama kami yang bertuliskan tujuan MES-KL ke
petugas. Sebelum masuk ke bagian imigrasi, kami lebih dulu membayar airport tax
senilai Rp 75.000/orang pada saat akan boarding pass pukul 4.40 wib. Setelah
itu kami pun check in pukul 5.23 wib, menuju bagian imigrasi menunjukkan paspor
dan formulir kerangkatan yang sudah kami
isi ketika di sekolah. Kemudian kami duduk di waiting room sambil
menunggu giliran dengan teman-teman untuk sholat subuh. Ketika nomor penerbangan
QZ 8050 diumumkan mau berangkat maka kami pun langsung bergegas menaiki
escalator menuju tempat pemeriksaan barang kemudian antri menunggu giliran
masuk ke areal penerbangan. Berjalan kira-kira 5 menit akhirnya sampailah di depan
pintu pesawat. Masuk, meletakkan barang bawaan di kabin, duduk kemudian take off pada pukul
06.20 WIB. Subhanallah, karya Tuhan yang luar biasa. Segala sesuatu terlihat
indah dari pesawat. Apalagi ketika subuh menuju pagi hari. Kata-kata sepertinya
tidak cukup untuk melukiskan keindahan
pada saat itu. Mungkin kalimat yang terbaca terkesan terlalu berlebihan tapi
itulah yang saya rasakan.
Perjalanan memakan waktu lebih kurang satu jam. Kami tiba di LCCT Malaysia pada pukul 08.05 WIB kira-kira pukul 9-an WilMal karena beda waktu di Indonesia dan Malaysia kira-kira 1 jam-an. Di sana kami cari foodcourt soalnya sudah keroncongan namun saya tidak pesan makanan disana karena saya bawa bekal nasi goreng dari rumah. Hmmm…lebih yummy….hehehe…., yang saya order disana adalah teh tarik seharga RM 1,10 soalnya penasaran kata teman rasanya sangat amazing.
Tapi bagi saya biasa saja mungkin karena saya bukan penggemar teh susu atau sejenisnya. Satu hal yang tak terlupakan ternyata dari segi pelayanan terhadap pembeli, Malaysia termasuk dalam golongan bad service, tak ramah dan agak mengesalkan. Jam keberangkatan ke Singapura sudah tiba, kami pun bergegas untuk boarding pass kira-kira pukul 09.30 WilMal, check in pukul 10.30 wilmal atau antri untuk pemeriksaan dokumen kemudian stay di waiting room menunggu waktu take off bersama teman-teman tapi tetap semangat.
Nomor penerbangan Ak 723 di T12 menuju Singapura diumumkan setelah itu kami pun antri menuju pesawat dengan menunjukkan tiket pesawat kedua menuju Singapura. Siap terbang untuk kedua kalinya. Di pesawat kami mengisi formulir imigrasi untuk kedatangan di Singapura. TIba di Changi airport pukul 12.45 wilsing. Istirahat sejenak di airport nomor 2 terbersih di dunia kemudian mencari tempat sholat. Setelah itu ke Changi 2 dengan Skytrain menuju MRT Station.
Kira-kira
pukul 14.00 wilsing ketika turun dari skytrain, ternyata ada 3 teman tertinggal
akhirnya Pak Irwan pergi menjemput teman kami tadi sedangkan kami menunggu di
terminal 2. Kira-kira 20 menit Pak Irwan dan teman kami tadi pun datang. Lalu
kami turun menuju tempat pembelian tiket MRT. Disana kami bertemu dengan
teman-teman di kloter 2. Kami berkumpul di tempat pembelian tiket MRT menuju
tanah merah. Pukul 14.45 masih menunggu pembelian tiket. Sambil memperhatikan
setiap sudut bangunan ternyata memang dipenuhi dengan CCTV…wow…amazing. Permasalahan tiket menghambat jadwal perjalanan namun akhirnya kami bisa juga mendapatkan
tiket. Ternyata caranya simple. Pergi menuju mesin tiket MRT, tekan tujuan pada
layar touchscreen, tidak berapa lama tarifnya akan muncul, kemudian masukkan
uang berdasarkan tarif yang ada. Bisa masukkan uang lebih jika mau pulang
pergi. Akhirnya kami mendapatkan tiket MRT berwarna hijau. Antri sejenak
kemudian green card tadi di’pas’kan ke lambang card yang ada pada entrence maka
secara otomatis pintu terbuka.
Kami menunggu MRT berikutnya . Begitu MRT tiba kami pun naik. Setelah melewati 2 station, kami pun tiba di Tanah Merah. Dari Tanah Merah kami naik MRT lagi menuju Kallang. Setelah melewati kira-kira 6 station kami tiba di Kallang terus menyeberang jalan.
Tiba di Kallang River Hostel dan Ideal Backpakers Hostel pukul 16.30 wilsing kemudian menunggu hostel reservation. Akhirnya dapat kamar, modelnya seperti asrama jadi bisa 6 orang dalam 1 kamar. Setelah itu kami makan dan minum kira-kira sudah pukul 17.45 wilsing. Pukul 18.15 kami siap-siap berangkat ke Distrik colonial dengan bus dan pembayaran tarif bus dengan menggunakan kartu berwarna merah yang berisi deposit di dalamnya sehingga bisa digunakan beberapa kali ketika menaiki bus. Bus yang dinaiki no. 2, 12, 32 bisa juga 33. Karena bus tak kunjung datang akhirnya batal ke Colonial Distric. Sudah pukul 19.30 wilsing dan hampir gelap maka diputuskan tempat yang dituju adalah Orchad dengan bus bernomor 7. Disana banyak terdapat pusat perbelanjaan seperti Lucky Plaza, Takashimaya, dll. Setelah keliling-keliling, kembali ke hostel dengan nomor bus yang sama. Tiba pukul 23.00 wilsing.
Perjalanan memakan waktu lebih kurang satu jam. Kami tiba di LCCT Malaysia pada pukul 08.05 WIB kira-kira pukul 9-an WilMal karena beda waktu di Indonesia dan Malaysia kira-kira 1 jam-an. Di sana kami cari foodcourt soalnya sudah keroncongan namun saya tidak pesan makanan disana karena saya bawa bekal nasi goreng dari rumah. Hmmm…lebih yummy….hehehe…., yang saya order disana adalah teh tarik seharga RM 1,10 soalnya penasaran kata teman rasanya sangat amazing.
Foodcourt di LCCT
Tapi bagi saya biasa saja mungkin karena saya bukan penggemar teh susu atau sejenisnya. Satu hal yang tak terlupakan ternyata dari segi pelayanan terhadap pembeli, Malaysia termasuk dalam golongan bad service, tak ramah dan agak mengesalkan. Jam keberangkatan ke Singapura sudah tiba, kami pun bergegas untuk boarding pass kira-kira pukul 09.30 WilMal, check in pukul 10.30 wilmal atau antri untuk pemeriksaan dokumen kemudian stay di waiting room menunggu waktu take off bersama teman-teman tapi tetap semangat.
di waiting room
Nomor penerbangan Ak 723 di T12 menuju Singapura diumumkan setelah itu kami pun antri menuju pesawat dengan menunjukkan tiket pesawat kedua menuju Singapura. Siap terbang untuk kedua kalinya. Di pesawat kami mengisi formulir imigrasi untuk kedatangan di Singapura. TIba di Changi airport pukul 12.45 wilsing. Istirahat sejenak di airport nomor 2 terbersih di dunia kemudian mencari tempat sholat. Setelah itu ke Changi 2 dengan Skytrain menuju MRT Station.
di Changi Airport
Kami menunggu MRT berikutnya . Begitu MRT tiba kami pun naik. Setelah melewati 2 station, kami pun tiba di Tanah Merah. Dari Tanah Merah kami naik MRT lagi menuju Kallang. Setelah melewati kira-kira 6 station kami tiba di Kallang terus menyeberang jalan.
Tiba di Kallang River Hostel dan Ideal Backpakers Hostel pukul 16.30 wilsing kemudian menunggu hostel reservation. Akhirnya dapat kamar, modelnya seperti asrama jadi bisa 6 orang dalam 1 kamar. Setelah itu kami makan dan minum kira-kira sudah pukul 17.45 wilsing. Pukul 18.15 kami siap-siap berangkat ke Distrik colonial dengan bus dan pembayaran tarif bus dengan menggunakan kartu berwarna merah yang berisi deposit di dalamnya sehingga bisa digunakan beberapa kali ketika menaiki bus. Bus yang dinaiki no. 2, 12, 32 bisa juga 33. Karena bus tak kunjung datang akhirnya batal ke Colonial Distric. Sudah pukul 19.30 wilsing dan hampir gelap maka diputuskan tempat yang dituju adalah Orchad dengan bus bernomor 7. Disana banyak terdapat pusat perbelanjaan seperti Lucky Plaza, Takashimaya, dll. Setelah keliling-keliling, kembali ke hostel dengan nomor bus yang sama. Tiba pukul 23.00 wilsing.
Hari kedua di Singapura,
26 February 2012
Bangun pukul 5
pagi wilsing, langsung mandi, sholat, siap-siap ke OUE Bayfront. Berangkatnya lama jadi matahari sudah agak
tampak. Tiba di sebuah taman di OUE Bayfront kira-kira pukul 7.30 wilsing. Tak
jauh dari situ terlihat gedung Esplanade terus berjalan sedikit tiba di Merlion
Park, icon Negara Singapura. Karena sibuk berfoto ria, seorang pria keturunan
Cina tertarik memotret keramaian kami. Jepret….jadi. Kemudian menuju Vivo City dengan menaiki bus.
Kami masuk Vivo City yang pada jam segitu toko-toko masih pada tutup.
Karena setelah ini acara bebas, saya
dan empat teman saya memutuskan kembali ke sentosa nonton pertunjukan Songs of
the Sea. Karena mulainya agak lama, kami makan terlebih dahulu kemudian
berangkat ke tempat pembelian tiket MRT. Petualangan pun dimulai dengan
mengandalkan peta dan uang beberapa dolar akhirnya kami sampai di Sentosa, naik
monorail, beli tiket Songs of the Sea
dan naik odong-odong. Tetapi bukan menuju ke pantai Pelawan melainkan ke
Siloso. Setelah berkeliling kami pun kembali ke tempat pertunjukan Songs of the
Sea. Pertunjukan dimulai pukul 19.40 jadi kami sholat terlebih dahulu di
mushola terdekat, sering disebut prayer room. Kemudian cari minuman dan mulai
berjalan menuju tempat pertunjukan. Pertunjukan pun dimulai. Menakjubkan dan
kreatif. Acara selesai kira-kira pukul 20.30, kami pun segera pulang karena
takut ketinggalan MRT karena MRT
terakhir adalah pukul 21.00. Sedikit nyasar akhirnya kami pun menemukan MRT
menuju Kallang, rasa syukur terbersit kembali. Alhamdulillah sampai tujuan
setelah melewati kira-kira 6 station. Kami berjalan kaki menuju tempat makan di
sekitar hostel. Setelah itu kembali ke hostel untuk beristirahat.
Marlion Statue
di depan Vivo City
Kami
terus berjalan dan ternyata di lantai paling atas ada panorama menarik dan ada
tempat pembelian tiket monorail menuju Sentosa Island. Dengan membayar $ 3,00
kami mendapatkan tiket monorail ke sentosa Island berwarna hijau. Cara
penggunaannya sama seperti MRT tapi kartu ini hanya berlaku untuk 1 hari dengan
tanggal yang sama. Naik monorail, tidak berapa lama sampailah di Sentosa Island
kemudian antri menunggu odong-odong versi Singapura menuju Pantai Pelawan (free
of charge). Tiba di Pantai Pelawan, seperti biasa kegiatan foto-foto dan
istirahat sambil menikmati alam. Kemudian mulai lagi perjalanan kembali
menunggu odong-odong dan monorail. Berjalan turun dari tempat pembelian tiket
ke Sentosa. Menuju halte, menunggu bus no. 7
menuju Bugis, tempat pembelanjaan.
di Monorail Station ke Sentosa Island
Nunggu odong2 ke Siloso
Siloso Beach
nobar Pertunjukan Laser Song of theSea
Universal Studio
Hari ketiga di Singapuraa,
27 February 2012
Kunjungan ke sekolah. Pagi hari kami sudah bersiap-siap
berangkat ke sekolah Al Irsyad dengan menaiki bus bernomor 100 menuju Braddel
Road. Ternyata salah bus sehingga harus bermaraton sampai ke halte berikutnya.
Tidak berapa lama karunia Allah muncul, hujan. Dan tak berapa lama bus yang
ditunggu tiba karena deposit kartu sudah habis maka kami meggunakan cara manual
untuk membayar tarif bus langsung ke supir. Tiba lah di halte dekat sekolah,
diiringi dengan hujan rintik-rintik kami berlari-lari kecil menuju sekolah yang
sangat terawat bangunannya. Dengan disambut hangat oleh dua orang penting dari
sekolah tersebut. Mereka mempersilahkan kami masuk dan menyuguhkan banyak hal
mengenai sekolah mereka bahkan mereka mempersilahkan kami untuk berkeliling.
Belum puas mata ini melihat sisi-sisi sekolah tersebut namun kami sedang diburu waktu untuk check out dari hostel dan berangkat ke JB Depo. Sehingga selesai menikmati hidangan alakadar yang disediakan kami pun mohon pamit. Cara yang sama, kami menuju halte dengan bermaraton ria melewati jembatan layang. Subhanallah, what amazing trip…!!! Semua berlari menuju halte sambil tergopoh-gopoh diiringi senyum. Bus yang ditunggu pun tiba, kami naik kemudian melepaskan letih di dalamnya. Setibanya di halte dan menyeberang menuju hostel ternyata tas kami sudah dibawa turun oleh teman-teman yang stay di hostel. Kemudian kami langsung menuju tempat mangkalnya taksi-taksi. Kami sampai ke JB Depo dengan menggunakan taksi. Setelah menunggu teman berkumpul kami pun menyewa 2 bus “Johore Express”. Berjalan kira-kira satu jam melewati perbatasan kami pun meninggalkan Singapura. See You Singapore…
Belum puas mata ini melihat sisi-sisi sekolah tersebut namun kami sedang diburu waktu untuk check out dari hostel dan berangkat ke JB Depo. Sehingga selesai menikmati hidangan alakadar yang disediakan kami pun mohon pamit. Cara yang sama, kami menuju halte dengan bermaraton ria melewati jembatan layang. Subhanallah, what amazing trip…!!! Semua berlari menuju halte sambil tergopoh-gopoh diiringi senyum. Bus yang ditunggu pun tiba, kami naik kemudian melepaskan letih di dalamnya. Setibanya di halte dan menyeberang menuju hostel ternyata tas kami sudah dibawa turun oleh teman-teman yang stay di hostel. Kemudian kami langsung menuju tempat mangkalnya taksi-taksi. Kami sampai ke JB Depo dengan menggunakan taksi. Setelah menunggu teman berkumpul kami pun menyewa 2 bus “Johore Express”. Berjalan kira-kira satu jam melewati perbatasan kami pun meninggalkan Singapura. See You Singapore…
Tiba di kantor imigrasi Malaysia, melakukan pengecheckan
dan mengisi formulir kedatangan seperti biasa ketika masuk ke Negara berbeda.
Kemudian kami berjalan turun menuju tempat pemberhentian bus. Kami menaiki bus
dengan nama yang sama tanpa harus membayar lagi. Bus tersebut mengantarkan kami
ke Larkin, Malaysia. Disana kami makan dan sholat sambil menunggu bus
berikutnya menuju Melaka pada pukul 15.00 wilmal. Bus tiba, kami mulai berjalan
menuju Melaka. Memakan waktu kira-kira 1 jam-an lebih. Ternyata supir bus kami
tidak tahu dimana letak River One dan Sayang-sayang Motel. Padahal Bu Sri,
bagian Admin kami sudah memberitahu nama alamatnya yaitu kampung nelayan tetapi
tetap saja tidak ketemu. Sampai akhirnya setelah berkeliling-keliling, tempat
yang kami cari pun ketemu. Awalnya saya mengira Melaka adalah kota yang tak
cukup menarik karena parasnya tidak begitu berbeda dengan Medan. Tapi setelah
masuk ke daerah tempat kami stay, perasaan kagum pun muncul. Subhanallah,
gorgeous…!!!
Panorama perkampungan yang berada di sekitar sungai mengingatkan saya dengan Venesia di Itali dan Macau di Hongkong. Sebagian dari kami tinggal di River One Guest House sebagian lagi di Sayang-sayang Motel. Awalnya kami mau langsung mengunjungi beberapa tempat disana namun cuaca tidak mendukung sehingga rencana dicancel. Ketika hujan reda kami pun siap-siap berjalan sekitar pukul 21.00 wilmal. Tapi sayang, saya dan seorang teman saya tertinggal hanya beberapat menit saja. Saat mau menyusul kami salah arah sehingga kami jadi jauh terpisah. Dengan berbekal peta sederhana dari William, si Pemilik Guest House kami tetap berjalan mencari Jonker Street. Ternyata perjalanan ini membawa kami ke jembatan menuju Kampung Morten. Di depan hotel Putra Jaya. Kemudian kami kembali ke jalan simpang dan bertanya kepada an Arabian boy. Kami bertanya letak Jonker Street, dia pun menunjukkan arahnya. Setelah berjalan cukup lama mengikuti petunjuk tadi. Akhirnya kami melihat sekumpulan teman-teman kami tercinta. Alhamdulillah, akhirnya….
Panorama perkampungan yang berada di sekitar sungai mengingatkan saya dengan Venesia di Itali dan Macau di Hongkong. Sebagian dari kami tinggal di River One Guest House sebagian lagi di Sayang-sayang Motel. Awalnya kami mau langsung mengunjungi beberapa tempat disana namun cuaca tidak mendukung sehingga rencana dicancel. Ketika hujan reda kami pun siap-siap berjalan sekitar pukul 21.00 wilmal. Tapi sayang, saya dan seorang teman saya tertinggal hanya beberapat menit saja. Saat mau menyusul kami salah arah sehingga kami jadi jauh terpisah. Dengan berbekal peta sederhana dari William, si Pemilik Guest House kami tetap berjalan mencari Jonker Street. Ternyata perjalanan ini membawa kami ke jembatan menuju Kampung Morten. Di depan hotel Putra Jaya. Kemudian kami kembali ke jalan simpang dan bertanya kepada an Arabian boy. Kami bertanya letak Jonker Street, dia pun menunjukkan arahnya. Setelah berjalan cukup lama mengikuti petunjuk tadi. Akhirnya kami melihat sekumpulan teman-teman kami tercinta. Alhamdulillah, akhirnya….
Dengan ekspresi datar, kami menyusul mereka dan berjalan
bersama menuju tempat makan di seberang jalan. Mereka bercerita tentang Jonker
Street yang sudah tutup karena pasar tersebut ramainya di hari sabtu dan
minggu. Sedangkan di hari lain tutup. Setelah itu kami pun kembali ke River One.
Dengan badan yang letih. Setelah bersih-bersih kami pun tidur karena besok pagi
mau jalan pagi sekaligus sholat subuh di mesjid.
Hari Keempat di Melaka, 28 February 2012
Pukul 5 pagi kami terbangun dan siap-siap untuk mandi.
Setelah mempersiapkan benda-benda penting seperti paspor, mukenah, kamera, dll.
Kami pun bergegas turun mengikuti rombongan menuju mesjid. Setelah selesai
sholat kami menuju ke Famosa tempat bangunan-bangunan lama zaman penjajahan
Inggris.
Di sana banyak terdapat gereja, makam, museum, dan taman-taman yang teratur dan terawat indah. Semuanya merupakan situs-situs bersejarah yang bisa dinikmati setiap turis yang berkunjung. Kemudian kami menuju Dataran Pahlawan, dataran yang luas dan bersih. Di sana juga terdapat shopping centre building yang harga barang-barangnya relative murah, buka pada pukul 10.00 wilmal. Karena pukul sepuluh masih lama, kami pun mencari sarapan di dekat sisi jalan tidak jauh dari dataran Pahlawan. Selesai sarapan kami melanjutkan perjalanan. Di sana kami melihat Museum Kapal yang besar. Cukup RM 1,00, kita bisa menikmati peninggalan bersejarah di dalamnya. Saya tidak sempat masuk ke dalam karena mengikuti rombongan yang lain. Saat itu kami terpisah-pisah menjadi beberapa rombongan jalan. Rombongan jalan kami menuju tempat pemberhentian kapal “River Cruise”. Dengan biaya RM 10,00 kami bisa berkeliling Melaka menaiki kapal yang mulai beroperasi pada pukul 10 pagi. Dalam perjalanan, kami melihat begitu banyak biawak di sungai. Ternyata biawak-biawak tersebut memang dilestarikan oleh penduduk disana. Kami melewati perkampungan Morten yang merupakan perkampungan bersejarah yang perawatannya dibiayai oleh Negara bahkan masih dihuni oleh masyarakat sekitar. Setelah selesai berlayar, kami pun kembali ke guest house. Beristirahat dan merapikan barang-barang karena sebentar lagi kami akan check out. Setelah mengumpulkan barang-barang di lantai bawah, kami menunggu bus kami yang tiba pukul 13.00 dan melanjutkan perjalanan ke Ancasa Hotel. Lama perjalanan sekitar 1 jam, setibanya di Ancasa Hotel kami pun berkumpul di lobby hotel sambil menunggu hotel reservation. Kami semua mendapat kamar di lantai 8 dengan nomor kamar berbeda. Di kamar yang saya tempati terdiri dari 4 orang, begitu juga kamar-kamar yang lain. Nomor kamar yang kami tempati saat itu adalah 806. Setelah meletakkan barang-barang, saya ikut berkumpul dengan rombongan yang mau berangkat ke Genting Highland. Ternyata Genting merupakan daerah puncak yang dingin. Saat itu kami tidak membawa pakaian dingin akhirnya untuk mengurangi dingin di badan, kami bergerak terus dan mencari makanan serta minuman hangat, biaya yang saya keluarkan untuk makan-minum adalah RM 11,50. Selesai makan kami pun berangkat ke Genting. Dengan biaya lebih kurang RM 21,00 ditambah RM 6,00 biaya skyway (pulang) kami pun tiba di Genting Highland dan ternyata arena permainan saat itu tutup. Dengan diburu waktu kami pun kembali menyeberang pulang dengan menggunakan skyway selama kurang lebih 40 menit menuju terminal bus. Sedikit nyasar dan senyum lebar membayangkan perjalanan kami akhirnya tiba juga di tempat pemberhentian bus. Kami naik bus menuju Pudu Raya, jalan menuju hotel. Satu jam perjalanan kami pun tiba di hotel namun tidak langsung pulang ke hotel melainkan singgah sebentar ke Petalling, pasar ramai di Malaysia tidak jauh dari hotel. Setelah membeli beberapa souvenir kami pun pulang. Tiba di hotel tidak langsung istirahat tetapi mempacking barang-barang yang akan dibawa karena keesokan harinya adalah jadwal pulang ke Indonesia. Setelah setelah packing barulah bersegera untuk tidur.
Di sana banyak terdapat gereja, makam, museum, dan taman-taman yang teratur dan terawat indah. Semuanya merupakan situs-situs bersejarah yang bisa dinikmati setiap turis yang berkunjung. Kemudian kami menuju Dataran Pahlawan, dataran yang luas dan bersih. Di sana juga terdapat shopping centre building yang harga barang-barangnya relative murah, buka pada pukul 10.00 wilmal. Karena pukul sepuluh masih lama, kami pun mencari sarapan di dekat sisi jalan tidak jauh dari dataran Pahlawan. Selesai sarapan kami melanjutkan perjalanan. Di sana kami melihat Museum Kapal yang besar. Cukup RM 1,00, kita bisa menikmati peninggalan bersejarah di dalamnya. Saya tidak sempat masuk ke dalam karena mengikuti rombongan yang lain. Saat itu kami terpisah-pisah menjadi beberapa rombongan jalan. Rombongan jalan kami menuju tempat pemberhentian kapal “River Cruise”. Dengan biaya RM 10,00 kami bisa berkeliling Melaka menaiki kapal yang mulai beroperasi pada pukul 10 pagi. Dalam perjalanan, kami melihat begitu banyak biawak di sungai. Ternyata biawak-biawak tersebut memang dilestarikan oleh penduduk disana. Kami melewati perkampungan Morten yang merupakan perkampungan bersejarah yang perawatannya dibiayai oleh Negara bahkan masih dihuni oleh masyarakat sekitar. Setelah selesai berlayar, kami pun kembali ke guest house. Beristirahat dan merapikan barang-barang karena sebentar lagi kami akan check out. Setelah mengumpulkan barang-barang di lantai bawah, kami menunggu bus kami yang tiba pukul 13.00 dan melanjutkan perjalanan ke Ancasa Hotel. Lama perjalanan sekitar 1 jam, setibanya di Ancasa Hotel kami pun berkumpul di lobby hotel sambil menunggu hotel reservation. Kami semua mendapat kamar di lantai 8 dengan nomor kamar berbeda. Di kamar yang saya tempati terdiri dari 4 orang, begitu juga kamar-kamar yang lain. Nomor kamar yang kami tempati saat itu adalah 806. Setelah meletakkan barang-barang, saya ikut berkumpul dengan rombongan yang mau berangkat ke Genting Highland. Ternyata Genting merupakan daerah puncak yang dingin. Saat itu kami tidak membawa pakaian dingin akhirnya untuk mengurangi dingin di badan, kami bergerak terus dan mencari makanan serta minuman hangat, biaya yang saya keluarkan untuk makan-minum adalah RM 11,50. Selesai makan kami pun berangkat ke Genting. Dengan biaya lebih kurang RM 21,00 ditambah RM 6,00 biaya skyway (pulang) kami pun tiba di Genting Highland dan ternyata arena permainan saat itu tutup. Dengan diburu waktu kami pun kembali menyeberang pulang dengan menggunakan skyway selama kurang lebih 40 menit menuju terminal bus. Sedikit nyasar dan senyum lebar membayangkan perjalanan kami akhirnya tiba juga di tempat pemberhentian bus. Kami naik bus menuju Pudu Raya, jalan menuju hotel. Satu jam perjalanan kami pun tiba di hotel namun tidak langsung pulang ke hotel melainkan singgah sebentar ke Petalling, pasar ramai di Malaysia tidak jauh dari hotel. Setelah membeli beberapa souvenir kami pun pulang. Tiba di hotel tidak langsung istirahat tetapi mempacking barang-barang yang akan dibawa karena keesokan harinya adalah jadwal pulang ke Indonesia. Setelah setelah packing barulah bersegera untuk tidur.
ke lima di Malaysia, 29 February 2012
Bangun pagi seperti biasa, mandi dan siap-siap untuk
sholat di Mesjid Jamee` tidak jauh dari hotel dan tidak jauh dari pasar india.
Pagi itu juga selesai sholat rombongan kloter pertama dan sebagian yang ingin
ikut serta pergi ke lapangan merdeka
kemudian ke KLCC. Saya yang awalnya mau ikut tidak jadi karena sebagian besar
kloter saya memilih untuk tinggal. Karena saat itu kaki saya sudah agak sakit
saya pun memutuskan menunda perjalanan ke sana karena masih ada jam berikutnya.
Berhubung jadwal kepulangan saya adalah yang terakhir, kloter 3 pukul 21.00.
Sehingga saya dan teman lain masih ada kesempatan untuk membeli beberapa
souvenir di MyDin, salah satu supermarket di dekat hotel yang harganya pun
masih terjangkau. Akhirnya saya memutuskan untuk duduk sejenak dengan beberapa
teman menikmati kue pastel yang kami beli di pinggir jalan dekat mesjid jamee`.
Setelah itu kami pun pulang dengan perjalanan yang sedikit nyasar melewati
pasar seni yang masih tutup pagi itu. Setibanya di kamar hotel saya pun
langsung istirahat menunggu rencana berikutnya setelah zhuhur. Kami zhuhur di
Mesjid Jamee` dan kebetulan saat itu hujan. Setelah agak reda saya dengan dua
orang teman saya melanjutkan perjalanan ke pasar seni kemudian singgah ke MyDin
dekat pasar seni. Karena masih hujan dan lapar sebelum pulang kami makan di
tempat makan di sisi bangunan MyDin. Biaya yang saya keluarkan saat itu untuk
makan adalah RM 4,50 ditambah disappointing service. Kami kembali mengejar
waktu, harus tiba di hotel pukul 16.00 akhirnya kami pun tiba di hotel sambil
menunggu teman yang lain. Setelah semuanya berkumpul kami pun mulai berangkat
pukul 16.45 wilmal menuju LCCT dengan 2 minibus. Semua kelelahan dan tertidur,
tanpa sadar kami pun tiba di LCCT. Singgah ke food court dan mencari tandas
awam (public toilet). Setelah istirahat sejenak, kami mulai perjalanan untuk
boarding pass, check in, pemeriksaan barang-barang, pengecheckan dokumen dan
menunggu keberangkatan di T11. Penerbangan kami sempat delay 30 menit karena
ada hambatan penerbangan sehingga penerbangan dimulai pukul 21.30 wilmal. Tidak
berapa lama penerbangan AK 1356 dari KL-MES pun diumumkan. Kami antri melalui
T11, menunjukkan tiket dan terus berjalan sampai ke pesawat. Masuk ke pintu
pesawat, meletakkan barang-barang di kabin dan see you Malaysia…welcome
Indonesia. Kurang lebih pukul 10 kami tiba di bandara Polonia. Keluar dari
pesawat langsung masuk ke bagian imigrasi dan pemeriksaan barang. Go home to
each house and start to work on Thursday…awesome….

