Jumat, 18 Juli 2014
Jejak kejayaan Islam di Eropa
https://www.youtube.com/watch?v=kvJeGSip3b0&feature=youtube_gdata_player
Minggu, 08 Juni 2014
Travelling to Penang
Hari Rabu, tepatnya tanggal 25 Desember 2013 adalah akhir tahun yang menyenangkan. Aku dan teman-teman melakukan perjalanan panjang. Waktu itu adalah hari pembagian raport semester ganjil jadi aku dan teman-teman menghabiskan seminggu liburan di Penang. Jarak pembelian tiket dengan waktu penerbangan saat itu sekitar bulan. Bayangkan aja, berarti persiapannya pun belum begitu maksimal. Hehehe...nekatz..
Dengan budget terbatas dan tanpa membawa sepeser pun mata uang Ringgit, kutarik koper dan siap-siap berangkat ke terminal amplas dengan diantar oleh ibu dan adikku. Aku tiba di terminal sekitar pukul 3 lewat. Aku pun bertemu dengan beberapa temanku yang sudah tiba lebih dulu disana dan meunggu datangnya bus ke Kualanamu. Sepuluh ribu, itu tarif yang ditetapkan dari Amplas ke Kualanamu. Setelah lama menanti dan menanti. Bus pun tiba, kami berangkat dan tiba di bandara pukul 4 lewat. Ketika check in paspor salah satu temanku bermasalah (lima bulan lagi sudah expired) karena batas minimal penggunaan paspor adalah 6 bulan sebelum expired. Dan dengan beberapa alasasn akhirnya pihak imigrasi di Kualanamu mengizinkan untuk berangkat namun dengan syarat sepulangnya dari melancong harus sudah diurus. Siiiiip pak...
Karena waktu sholat Ashar sudah tiba, kami pun sholat terlebih dahulu kemudian bersiap-siap ke ruang tunggu.
Waktunya berangkaaaat...
Kami berangkat pukul 6 lewat. Perjalanan memakan waktu sekitar 45 menit. Waaaah...belum selesai baca majalah sudah sampai di Bandara. Kami pun bergegas. Kekhawatiran kami yang kedua kalinya muncul ketika sampai di bagian migrasi. Masalah paspor temanku jadi kami membuat pola antrian dimana temanku yang paspornya bermasalah berada di antara antrian kami jadi dia gak sendiri. Dan memang pihak migrasi mempertanyakan tentang paspornya. Namun, Alhamdulillah masih lolos berkat kasih sayang Allah dan profesi cekgu yang ternyata sangat diapresiasi di sana. Tiba di sana sudah pukul 9 lewat karena perbedaan waktu di Medan dan Malaysia adalah 1 jam. Malam itu, kami mengatur jadwal dan arah perjalanan kami.
Keesokan harinya, tepatnya hari Kamis kami keliling ke Lam Wa Ee (sambil nuker Rupiah) namun hanya sekejap saja. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Perangin Mall, Komtar (teman bersejarah plus full of memory bagiku dan teman habebties) pokonya kalo bicara soal Komtar kami bakal gak bisa stop talking about this place...hehehehe, dan Queensbay ( one of beautiful places near a big mall). Nice places in the first day...
Jumat, kami ke Georgetown, makan chendul khas Penang. Oh My God, the taste is unforgettable. Rasanya itu kangenin banget sampek2 pas nyampek di Indonesia pelampiasanya ke es dawet...hihhi,,maksa ya.. ^_^ terus kami jalan ke Rumah Coklat, waaaah amazing ada berbagai macam bentuk dan rasa coklat disana. Sampek2 yang rasa cabe juga ada...untung dibolehin untuk nyicip rasanya jadi walaupun gak beli banyak tapi bisa ngerasain banyak rasa... ^_*. Lanjut ke Padang Kota Lama dan sekitarnya. Semua destinasi ini harus melalui Komtar. Bayangkan aja berapa kali kami harus mondar mandir Komtar cuma untuk menuju ke destinasi yang berbeda...
Next destination....
Hari Sabtu, kami berangkat ke Penang Hill, tempatnya bagus dan membutuhkan antrian panjang untuk bisa masuk ke dalam. Dan syarat pembelian tiketnya harus menggunakan paspor. Mereka memberikan harga lebih murah bagi penduduk Malaysia. Setelah berkeliling, foto, masuk owl museum (beberapa temanku), dan makan kami pun melanjutkan perjalanan ke Pantai Batu Peringgih dengan pasir putihnya yang....akh...pokoknya mantaf...kami jalan-jalan sebentar dan berlanjut ke Floating Mosque (Mesjid Apung). It`s awesome...like it so much..habis sholat Ashar kami nyantai di sekitar Mesjid. Mesjid besar pas di pinggir pantai sehingga ketika air pasang Mesjid akan terlihat seolah-olah terapung di atasnya. Anginnya...lembut menerpa...Perasaan gak ingin pulang tapi dah keburu sore. Akhirnya kami pun meninggalkan tempat ini dan lanjut ke Pasar Malam (hehehe....jauh2 nyari pasar malam sampek nyebrang pulau...toh di Medan juga ada) tapi memang agak beda dengan pasar malam di Medan. Disini lebih meriah dan ramai, ternyata Pasar Malam ini sekaligus merayakan Pesta Pulau Pinang yang diadakan setahun sekali. Habis itu kami pun pulang.
Minggu, the last day coz we should go back to Lovely Medan. Tapi karena keberangkatannya sore kami pun berkeliling terlebih dahulu ke beberapa tempat yang terdekat seperti Pasar Chowrasta, Mydin (hahaha...lucu kalo ingat Mydin..capek2 ngantri berjam-jam nunggu bus gratis ke Mydin...gak taunya ni tempat ada di seberang Komtar...kalo tau gitu mending jalan... ^_^...).. terus makan Samosa seharga RM 1/buah, minum teh tarik, chendul plus kacang merah dan terakhir makan di RM Hameed dekat Supermaket Gama.
Sebenarnya banyak cerita menarik, lucu, menegangkan dan dramatis...ntar deh dilanjutin lagi...
see you... :)
Dengan budget terbatas dan tanpa membawa sepeser pun mata uang Ringgit, kutarik koper dan siap-siap berangkat ke terminal amplas dengan diantar oleh ibu dan adikku. Aku tiba di terminal sekitar pukul 3 lewat. Aku pun bertemu dengan beberapa temanku yang sudah tiba lebih dulu disana dan meunggu datangnya bus ke Kualanamu. Sepuluh ribu, itu tarif yang ditetapkan dari Amplas ke Kualanamu. Setelah lama menanti dan menanti. Bus pun tiba, kami berangkat dan tiba di bandara pukul 4 lewat. Ketika check in paspor salah satu temanku bermasalah (lima bulan lagi sudah expired) karena batas minimal penggunaan paspor adalah 6 bulan sebelum expired. Dan dengan beberapa alasasn akhirnya pihak imigrasi di Kualanamu mengizinkan untuk berangkat namun dengan syarat sepulangnya dari melancong harus sudah diurus. Siiiiip pak...
Karena waktu sholat Ashar sudah tiba, kami pun sholat terlebih dahulu kemudian bersiap-siap ke ruang tunggu.
Waktunya berangkaaaat...
Kami berangkat pukul 6 lewat. Perjalanan memakan waktu sekitar 45 menit. Waaaah...belum selesai baca majalah sudah sampai di Bandara. Kami pun bergegas. Kekhawatiran kami yang kedua kalinya muncul ketika sampai di bagian migrasi. Masalah paspor temanku jadi kami membuat pola antrian dimana temanku yang paspornya bermasalah berada di antara antrian kami jadi dia gak sendiri. Dan memang pihak migrasi mempertanyakan tentang paspornya. Namun, Alhamdulillah masih lolos berkat kasih sayang Allah dan profesi cekgu yang ternyata sangat diapresiasi di sana. Tiba di sana sudah pukul 9 lewat karena perbedaan waktu di Medan dan Malaysia adalah 1 jam. Malam itu, kami mengatur jadwal dan arah perjalanan kami.
Keesokan harinya, tepatnya hari Kamis kami keliling ke Lam Wa Ee (sambil nuker Rupiah) namun hanya sekejap saja. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Perangin Mall, Komtar (teman bersejarah plus full of memory bagiku dan teman habebties) pokonya kalo bicara soal Komtar kami bakal gak bisa stop talking about this place...hehehehe, dan Queensbay ( one of beautiful places near a big mall). Nice places in the first day...
Jumat, kami ke Georgetown, makan chendul khas Penang. Oh My God, the taste is unforgettable. Rasanya itu kangenin banget sampek2 pas nyampek di Indonesia pelampiasanya ke es dawet...hihhi,,maksa ya.. ^_^ terus kami jalan ke Rumah Coklat, waaaah amazing ada berbagai macam bentuk dan rasa coklat disana. Sampek2 yang rasa cabe juga ada...untung dibolehin untuk nyicip rasanya jadi walaupun gak beli banyak tapi bisa ngerasain banyak rasa... ^_*. Lanjut ke Padang Kota Lama dan sekitarnya. Semua destinasi ini harus melalui Komtar. Bayangkan aja berapa kali kami harus mondar mandir Komtar cuma untuk menuju ke destinasi yang berbeda...
Next destination....
Hari Sabtu, kami berangkat ke Penang Hill, tempatnya bagus dan membutuhkan antrian panjang untuk bisa masuk ke dalam. Dan syarat pembelian tiketnya harus menggunakan paspor. Mereka memberikan harga lebih murah bagi penduduk Malaysia. Setelah berkeliling, foto, masuk owl museum (beberapa temanku), dan makan kami pun melanjutkan perjalanan ke Pantai Batu Peringgih dengan pasir putihnya yang....akh...pokoknya mantaf...kami jalan-jalan sebentar dan berlanjut ke Floating Mosque (Mesjid Apung). It`s awesome...like it so much..habis sholat Ashar kami nyantai di sekitar Mesjid. Mesjid besar pas di pinggir pantai sehingga ketika air pasang Mesjid akan terlihat seolah-olah terapung di atasnya. Anginnya...lembut menerpa...Perasaan gak ingin pulang tapi dah keburu sore. Akhirnya kami pun meninggalkan tempat ini dan lanjut ke Pasar Malam (hehehe....jauh2 nyari pasar malam sampek nyebrang pulau...toh di Medan juga ada) tapi memang agak beda dengan pasar malam di Medan. Disini lebih meriah dan ramai, ternyata Pasar Malam ini sekaligus merayakan Pesta Pulau Pinang yang diadakan setahun sekali. Habis itu kami pun pulang.
Minggu, the last day coz we should go back to Lovely Medan. Tapi karena keberangkatannya sore kami pun berkeliling terlebih dahulu ke beberapa tempat yang terdekat seperti Pasar Chowrasta, Mydin (hahaha...lucu kalo ingat Mydin..capek2 ngantri berjam-jam nunggu bus gratis ke Mydin...gak taunya ni tempat ada di seberang Komtar...kalo tau gitu mending jalan... ^_^...).. terus makan Samosa seharga RM 1/buah, minum teh tarik, chendul plus kacang merah dan terakhir makan di RM Hameed dekat Supermaket Gama.
Sebenarnya banyak cerita menarik, lucu, menegangkan dan dramatis...ntar deh dilanjutin lagi...
see you... :)
Kamis, 15 Mei 2014
Semoga bisa menjadi lebih baik
https://www.youtube.com/watch?v=VMzGwcUVe7M&feature=youtube_gdata_player
Langganan:
Komentar (Atom)