Kamis, 11 April 2013 (01:53 Am)
Rasa memang gak bisa bohong. Rasa sedih tetap ada walau coba tuk sembunyikan. Tampak tegar padahal rapuh.
Satu persatu orang-orang yang kusayang pergi. Pergi bukan untuk kembali. Seperti ini ya ternyata menjadi orang yang ditinggal. Kadang tak percaya apalagi ketika mengingat wajah-wajah mereka. Tapi tidak bisa dipungkiri mereka memang sudah pergi 7 tahun yang lalu, hampir 3 bulan dan 2 bulan yang lalu. Semua pergi tanpa kembali dan tanpa kata. Aku kehilangan mereka. Aku sedih tapi entah mengapa ketika aku ingin menangis aku tak bisa tapi isi hatiku rasa ingin tumpah. Dan ketika aku tak ingin menangis air mata mengalir tanpa terasa.
Aku rindu saat bersama mereka….
Kamis, 13 Desember 2007, Bapak yang jadi teman bicara ku, teman candaku, inspirasiku dan kadang super bos ku. Tak tahan hatiku saat mengingat kondisi itu. Aku menunggu di rumah tanpa tau kabar apapun. Dan ketukan pintu membuat dunia ku hitam sesaat. Kabar itu sampai ditelinga melalui udara Mu. Dia telah pergi… Aku sakit, aku sedih, aku capek, aku gak tau lagi mau jalan kemana. Saat kulihat rambut putihnya dari kejauhan, aku hanya bisa diam dan diam sembari menahan tangis yang serasa mau pecah tapi tak bisa. “jangan meratap” itu yang tetap kupertahankan. Mencoba untuk tegar tapi aku rapuh…sungguh rapuh sampai tak tau harus apa… ya Allah aku rindu…. T_T
18 agustus 2012, kawanku….dia masih mengirimiku ucapan selamat lebaran bahkan mengabarkan dia sedang hamil 8 bulan. Beberapa bulan setelah itu aku berkunjung ke kosan nya. Bercerita, bercanda dan mengingat masa-masa lalu. Senang… 4 oktober 2013. Berita gembira itu muncul “putri cantiknya lahir” kami kembali berkunjung dan bersuka cita. Aku tak tau ternyata dalam tawa itu menyimpan begitu banyak perih dan duka yang dalam. Aku baru tau hal ini…
Sabtu, 3 november 2012, dia kritis karena virus yang sudah sampai ke otak dan jantung. Putrinya belum cukup sebulan. Aku sedih…sangat sedih…. Kami langsung ke tempat dia dirawat. Aku melihatnya di ruangan itu dengan selang-selang yang menembus kulitnya. Hatiku seakan berkecamuk tapi aku punya harapan dia bisa melewati itu semua. Tanggal yang sama di jam yang berbeda menjelang maghrib. Hatiku benar-benar hancur. Aku kehilangan lagi. Dia pergi tanpa kembali….dia pergi ketika aku berdiri di sampingnya. Bibirku komat-kamit berdoa dan berharap. Ya Allah, selamatkan dia. Dan Allah benar-benar menyelamatkan dia dari dunia yang penuh hina..wajah ceria nya masih sering membayangiku. Kisah-kisah kami dengan nya ternyata terputus di tanggal 3 november 2012…
Rabu, 30 januari 2013, pagi hari setelah melantukan ayat-ayatNya bersama anak-anak didikku. Hp ku berbunyi, kuangkat dan kujawab. Abangku yang tertua bertanya “ adek sibuk? Bisa pulang hari ini?” kaki ku lemas, jantungku berdetak kencang, air mataku tak terbendung. Tanpa bertanya ADA APA?, aku langsung berkata “ gimana kabar abang di rumah sakit? “ kudengar suaranya tertahan lalu… menangis…hatiku semakin perih. Aku terduduk sambil mengulang pertanyaanku tadi. “Dia sudah pergi”, jawabnya. Hatiku pedih untuk kesekian kali. aku beristighfar berulang kali terus…dan terus..kucoba tegar pada saat itu. Ku temui bos ku untuk izin pulang. Dengan sepeda motorku yang melaju agak tidak teratur. Kubisikkan diriku…tegar, istighfar, kuat, terus melaju dan terus melaju. Air mataku tak mampu kutahan, mulutku terus komat-kamit. Mohon agar aku dikuatkan. Ya Allah, Engkau lebih tau yang terbaik. Engkau lebih berkuasa atas segala hal. Ampuni kami ya Allah…
30 Januari 2013, abangku pergi bukan untuk kembali.
Rindu aku pada kalian…
Ya Allah, seandainya aku berbuat sesuatu yang memunculkan pahala bagi ku maka hamba mohon pada mu Ya Allah, alirkan lah pahala itu pada mereka juga ya Allah..
Sayangilah mereka ya Allah…Sampaikan lah doa ku pada mereka Ya Allah…T_T
